KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ramai Hasil Pileg di Group WA, Ketua KPU Salatiga Meminta Masyarakat Tunggu Hasil Resmi KPU

Ramai Hasil Pileg di Group WA, Ketua KPU Salatiga Meminta Masyarakat Tunggu Hasil Resmi KPU

Ramai Hasil Pileg di Group WA, Ketua KPU Salatiga Meminta Masyarakat Tunggu Hasil Resmi KPU

Ramainya hasil Pileg dibahas di grup WhatsApp, namun Ketua KPU Salatiga, Yesaya Tualita, meminta masyarakat untuk menunggu hasil resmi dari KPU. Yesaya menekankan bahwa saat ini banyak beredar daftar nama caleg terpilih, padahal secara resmi KPU belum mengeluarkan daftar dalam bentuk apapun.
Foto dok IST
Penjabat (Pj) Walikota Salatiga, Yasip Khasani saat mengecek salah satu TPS di Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ramai Hasil Pileg di Group WA, Ketua KPU Salatiga Meminta Masyarakat Tunggu Hasil Resmi KPU. Hal ini disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Salatiga, Yesaya Tualita.

Pihaknya meminta masyarakat tetap menunggu hasil resmi penghitungan suara Pemilu 2024 di Salatiga. Karena saat ini banyak beredar daftar nama caleg terpilih, padahal secara resmi KPU belum pernah mengeluarkan daftar dalam bentuk apapun.

“Masyarakat diharapkan menunggu hasil penghitungan resmi, baik hasil penghitungan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan hasil penghitungan DPRD Kota Salatiga, ” tandas Yesaya kepada wartawan (17/02/2024).

Ia mengungkapkan yang terpenting adalah pelaksanaan pemilihan umum di Kota Salatiga bisa berjalan dengan aman dan lancar. Ini berkat dukungan semua kelompok masyarakat, pemerintah, TNI Polri dan juga peran pers.

“Kalau ada info yang berkembang itu person atau partai atau media. KPU belum rekapitulasi menyeluruh,” katanya.

Ia menduga banyak kabar caleg terplih yang bermunculan, bisa jadi karena Partai punya c salinan di seluruh TPS, mungkin di rekap masing-masing partai. Diketahui di Salatiga pasca Pemilu 14 Februari 2024 bermunculan versi daftar caleg jadi bertebaran.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]