KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ratusan Warga Tumpah Ruah Ikuti Kegiatan Gogoh Iwak di Embung Ngasinan

Ratusan Warga Tumpah Ruah Ikuti Kegiatan Gogoh Iwak di Embung Ngasinan

Ratusan Warga Tumpah Ruah Ikuti Kegiatan Gogoh Iwak di Embung Ngasinan

Ratusan warga ramai-ramai datangi Embung Ngasinan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang yang berukuran satu hektare untuk ikut Gogoh Iwak.

Gogok iwak ini merupakan sebuah kegiatan untuk menangkap ikan yang diselenggarakan oleh warga desa Ngasinan, kexamatan Susukan, kabupaten Semarang, minggu 21 Agustus pagi.

Pantauan wartawan, warga banyak yang membawa alat untuk tangkap ikan seperti jaring dan tempat ikan.

Saat dimulainya kegiatan tangkap ikan, warga langsung menyisir berbagai tempat agar bisa menangkap ikan berukuran besar.

Kepada wartawan, kepala Desa Ngasinan, Habib Sudarmono mengatakan tangkap ikan di Embung Ngasinan ini untuk memeriahkan HUT Ke-77 RI.

“Kegiatan ini kami namakan Gogoh Iwak embung Desa Ngasinan dan kegiatan ini juga merupakan pesta rakyat khususnya warga Desa Ngasinan,” kata Habib.

Diadakannya Gogoh Iwak ini selain pesta rakyat, Embung ini akan dilakukan perbaikan dari kebocoran oleh Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA).

Kades Ngasinan Habib Sudarmono saat diwawancarai media

“Jadi kami lakukan pengurasan dan gelar kegiatan Gogoh Iwak serta nantinya ikan yang di tangkap oleh warga dapat mereka manfaatkan,” paparnya.

“Ikan ini mereka bawa pulang, memang harapan saya ikan yang ada di embung ini dapat diangkat semua,” imbuhnya.

Menurutnya, yang diperbolehkan untuk ikut Gogoh Iwak hanya orang berusia dewasa.

“Karena untuk menyangkut keselamatan, jadi yang kami perbolehkan hanya yang berusia dewasa,” tambahnya.

“Kami pernah mendapat bantuan dari Dinas Perikanan Provinsi dengan jenis ikan nila, munjair, kalper, patin dan lainnya,” katanya.

Dirinya mengaku ikan yang ada di Embung Ngasinan ini paling berat berukuran lebih dari enam kilogram.

Sementara itu, Warga Jatirejo Suruh, Tohar mengaku senang ikut Gogoh Iwan ini.

“Rasanya senang banget, saya buat hiburan juga apalagi pas momennya Hut Ke-77 RI,” kata Tohar.
Dirinya hanya bermodal seser atau jaring untuk menangkap ikan ini.

“Saya dapatnya lebih dari lima kilogram, ini kan airnya masih agak dalam kalau sudah agak surut saya bisa mendapatkan lebih banyak lagi,” paparnya. ( rief )

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]