[audio_player]
[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 4"]
[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ribuan Mahasiswa Baru UKSW Bersama BLDF, Kompak Tanam 500 Batang Pohon di Kampus FTI

Ribuan Mahasiswa Baru UKSW Bersama BLDF, Kompak Tanam 500 Batang Pohon di Kampus FTI

Ribuan Mahasiswa Baru UKSW Bersama BLDF, Kompak Tanam 500 Batang Pohon di Kampus FTI

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga bekerja sama dengan Djarum Foundation menggelar kegiatan bakti lingkungan dengan penanaman pohon sebagai bentuk kesadaran terhadap lingkungan.

Penanaman pohon dilakukan oleh mahasiswa baru UKSW pada Jumat (18/8/2023) pukul 07.30 WIB. Acara itu menjadi rangkaian orientasi mahasiswa baru (OMB).

Acara seremonial dilakukan di Kampus Fakultas Teknologi Informasi UKSW, Blotongan, Sidorejo, Kota Salatiga. Perwakilan 1.000 mahasiswa menanam 500 batang pohon aneka jenis, seperti durian bawor, beringin, kepoh, gayam, jambu air, dan trembesi.

Lokasi penanaman tidak hanya di lingkungan kampus UKSW, tetapi juga sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Hal itu seperti kampus UKSW di Jalan Diponegoro, Tingkir Tengah, tempat pembuangan akhir (TPA) Ngronggo, dan Belik Luwing.

Pada kesempatan itu, turut hadir Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji dan jajaran pejabat UKSW. Rektor UKSW, Intiyas Utami, mengatakan kegiatan ini bertujuan membentuk profil lulusan UKSW yang peduli terhadap lingkungan.

“Mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa depan tidak hanya cukup memiliki kompetensi. Tapi juga harus memiliki kebijaksanaan. Harus bijaksana dalam semua hal. Artinya bisa secara sadar iling lan waspodo bahwa segala hal yang berkaitan dengan lingkungan ini adalah untuk ditumbuhkembangkan. Bukan untuk dibiarkan saja,” jelas Rektor kepada wartawan setelah penamaan pohon, Jumat (18/8/2023).

Upaya peduli lingkungan itu diawali dengan melibatkan mahasiswa baru untuk secara langsung menanam pohon bersama. Kegiatan ini sebagai bentuk manusia ciptaan Tuhan yang harus menghargai ciptaan Tuhan yang lainnya. Selain itu, mahasiswa baru juga diberikan pemahaman mengurangi sampah plastik.

“Semua mahasiswa kami minta untuk tidak menggunakan botol plastik. Tapi menggunakan tumbler yang sudah didapatkan. Ini sebagai kepedulian kami, kepada negeri ini,” jelas Rektor UKSW.

Pihaknya menyadari kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan kesadaran diri. Sehingga tidak mudah memberikan stigma kepada orang lain. Kemudian, kebiasaan itu ditularkan kepada teman dan keluarga terdekatnya.

Vice presiden Djarum Foundation, FX Supanji, menambahkan keberlangsungan kehidupan ini harus tetap dijaga pada generasi sekarang. Salah satunya adalah kepedulian terhadap lingkungan. Pihaknya melalui Djarum Foundation menggelar banyak kegiatan tanam pohon.

“Kapan lagi kalau tidak kita mulai. Untuk sadar menjaga lingkungan. Salah satunya menanam pohon dan mengurangi sampah plastik,” kata FX Supanji.

Salah satu anggota tim Pengabdian Masyarakat OMB Sampoerno, S.Pd., M.Si., menuturkan bahwa penanaman pohon tersebar di lima titik di Kota Salatiga yaitu di lingkungan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) di Blotongan, Kampus UKSW di Jalan Diponegoro, Tingkir Tengah, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo, dan Belik Luwing.

“Akan ada setidaknya 500 pohon yang disediakan untuk penanaman pohon. Kemudian, setiap titik tanam akan dikerjakan oleh dua orang maba, sehingga 1000 maba akan melakukan kegiatan tanam pohon ini,” terangnya.

Adapun berbagai jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan lokasi penanaman pohon. Sampoerno menjelaskan bahwa pada titik tanam di lingkungan FTI dipilih pohon jenis trembesi, tabebuya, beringin, kepoh, gayam, jambu air sebagai tanaman konservasi di wilayah berlereng untuk pencegahan longsor.

Lebih lanjut, Sampoerno mengungkapkan bahwa jalinan kerja sama antara UKSW dengan BLDF bukanlah kali pertama dilakukan. Pada OMB tahun 2022 lalu terdapat 1250 bibit tanaman ditanam maba dalam kegiatan serupa.

– Rektor UKSW Salatiga, Intiyas Utami saat diwawancarai Rasika FM
– Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani