URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan karyawan pabrik di Kota Salatiga meminta pemerintah untuk memberikan libur saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2014 pada 14 Februari mendatang. Mereka menyatakan kebingungan menggunakan hak pilihnya jika tidak mendapat libur pada saat pemungutan suara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Saat Coblosan, Karyawan Pabrik di Salatiga ini Minta Diliburkan

Saat Coblosan, Karyawan Pabrik di Salatiga ini Minta Diliburkan

Saat Coblosan, Karyawan Pabrik di Salatiga ini Minta Diliburkan

Ratusan karyawan pabrik di Kota Salatiga meminta pemerintah untuk memberikan libur saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2014 pada 14 Februari mendatang. Mereka menyatakan kebingungan menggunakan hak pilihnya jika tidak mendapat libur pada saat pemungutan suara.
Foto dok IST
Suasana Simulasi pencoblosan yang dilakukan KPU Salatiga beberapa waktu lalu
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ratusan karyawan pabrik di Kota Salatiga meminta pemerintah untuk meliburkan mereka saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2014 pad 14 Februari nanti. Mereka mengaku kebingungan menggunakan hak pilihnya apabila saat pemungutan suara Pemilu nanti mereka tidak diliburkan.

Kepada wartawan Wahyu, Salah seorang karyawan salah satu pabrik di Kota Salatiga menuturkan, waktu pelaksanaan pemungutan suara Pemilu tidak bertepatan pada hari libur dan sejauh ini belum ada keputusan apakah pada 14 Februari karyawan pabrik akan diliburkan atau tidak. Ini membuat bingung para karyawan yang pada saat pemungutan suara mendapat jatah bekerja pagi.

“kami berharap, saat pemungutan suara nanti ada kebijakan khusus agar bisa menggunakan hak pilih saat coblosan nanti,” katanya, rabu (5/2/2024).

Dia menjelaskan, jam kerja di pabrik tempatnya bekerja dibagi dalam tiga shift, yakni pagi, siang dan malam. Jika pada saat pemungutan suara tidak libur, maka karyawan yang bekerja shift pagi kesulitan menggunakan hak pilihnya. “Maka dari itu, karyawan pabrik minta ada kebijakan agar bisa menggunakan hak pilihnya,” tuturnya.

Karyawan pabrik lainnya, Nursiah (25) berharap ada kebijakan dari pemerintah agar buruh pabrik berpartisipasi dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali tersebut. Paling tidak, ada dispensasi waktu bagi buruh pabrik untuk menggunakan hak pilihnya.
“Kalau bisa diliburkan,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, jarak antara rumah dengan pabrik tempatnya bekerja memang tidak terlalu jauh. Hanya, jika pada 14 Februari nanti tidak libur atau tidak ada kelonggaran waktu, maka buruh pabrik tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya kecuali membolos bekerja.

“Kalau membolos kerja, tentunya kami bisa terkena sanksi dari perusahaan. Untuk itu, kami berharap minimal kami diberi waktu beberapa jam untuk nyoblos,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Salatiga Yesaya Tiluata belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu. Saat dihubungi melalui telepon selulernya, tidak terhubung.

BACA JUGA :

Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved