URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri liar di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Senin (19/12/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Satpol PP Bongkar Puluhan PKL Liar di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas

Satpol PP Bongkar Puluhan PKL Liar di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas

Satpol PP Bongkar Puluhan PKL Liar di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri liar di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Senin (19/12/2022).

Lokasi tepat PKL berdiri tanpa izin itu berada di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Kemijen, Semarang Timur atau di bawah Fly Over Tanjung Emas Pos IV Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Kegiatan pembongkaran ini tak berjalan mulus sebab ada penolakan dari paguyuban pedagang. Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, perobohan dilakukan karena lokasi tersebut akan dibangun fasilitas umum.

“Kita menindaklanjuti perintah Plt Walikota karena tahun 2023 wilayah ini akan jadi taman,” ujar Fajar disela-sela kegiatan.

Selain kios, beberapa dari puluhan PKL liar ini juga tempt karaoke. Pihak Camat Semarang Timur dan Semarang Utara telah memberikan peringatan tiga kali bahwa daerah tersebut larangan berdagang atau yang sejenisnya.

“Daerah ini harus steril karena larangan dagang dan akan jadi taman. Lalu sisanya akan bongkar sendiri. Yang lainnya minta batas waktu sampai 7 Januari 2023. Setelah itu langsung kita bongkar,” bebernya.

Dia pun mempersilahkan pedagang dan pihak karaoke untuk beraudiensi dengan Pemerintah Kota Semarang untuk relokasi.

Sementara, salah satu pedagang, Rujinem mengaku kaget ada pembongkaran meskipun sudah ada pemberitahuan. Dirinya pun menyesalkan adanya perobohan ini.

“Baru diberitahu beberapa hari lalu soal pembongkaran. Ini mau bongkar sendiri malah tiba-tiba dibongkar Satpol PP,” bebernya.

“Saya sudah lama dagang disini. Sejak anak masih kecil sampai sudah besar,” imbuhnya.

Sementara itu, masih ada ratusan lapak PKL liar yang berdiri di wilayah tersebut. Namun, Satpol PO Semarang menunda untuk melakukan penertiban.

Hal itu karena pihak paguyuban pedagang meminta untuk bongkar mandiri. Pembongkaran mandiri itu pun disetujui Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto. Dia memberikan ultimatum waktu bongkar mandiri hingga 7 Januari 2023.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon