KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

SD Negeri Pakis Bringin Hanya Ada 6 Murid Baru, Kepsek Sebut Dipengaruhi Faktor Geografi dan Demografi

SD Negeri Pakis Bringin Hanya Ada 6 Murid Baru, Kepsek Sebut Dipengaruhi Faktor Geografi dan Demografi

SD Negeri Pakis Bringin Hanya Ada 6 Murid Baru, Kepsek Sebut Dipengaruhi Faktor Geografi dan Demografi

Seorang guru kelas I SD Negeri Pakis Kecamatan Bringin tetap semangat meski mengajar 6 murid baru di Tahun Ajaran 2024/2025 ini, Selasa (23/7/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sepinya peminat peserta didik di tingkat SD dialami sejumlah SD negeri di Kabupaten Semarang. Salah satunya adalah SD Negeri Pakis, Kecamatan Bringin. Pada Tahun Ajaran 2024/2025 kali ini, hanya ada enam murid baru yang terdaftar di kelas I.

Dari penjelasan yang disampaikan oleh Kepala SD Negeri Pakis, Tanwir, awalnya hanya ada lima calon peserta didik yang mendaftar secara daring. Menjelang penutupan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), ada tambahan satu lagi calon peserta didik.

“Prinsipnya, kami tetap melayani pendidikan berapapun jumlah muridnya,” kata Tanwir ditemui di kantornya, Selasa (23/7/2024).

Disampaikan Tanwir, kondisi ini sudah terjadi sejak 5 tahun terakhir. Menurutnya ada beberapa hal yang turut mempengaruhi minimnya peserta didik baru yang mendaftar ke lembaga pendidikan yang dipimpinnya ini. Pertama faktor geografi, dan yang kedua faktor demografi (kependudukan).

“Yang daftar ke sini hanya penduduk dari lingkungan sekolah ini saja. Sebelah timur ada MI dan RA (TK) juga. Orang tua lebih memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dekat rumah dan mudah terjangkau transportasi umum,” ungkapnya.

Minimnya jumlah siswa ini diakuinya turut mempengaruhi perolehan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. Ketika jumlah peserta didik sedikit, maka BOS juga turut sebanding. Saat ini total terdapat 54 siswa dari kelas I sampai VI.

“Cukup tidaknya BOS kita atur. Jika jumlah anak sedikit jelas BOS juga sedikit, hanya Rp950 ribu kali jumlah siswa. Tapi alhamdulillah kemarin nilai rapor naik sehingga dapat tambahan BOS kinerja,” urainya.

Sebagai upaya menarik minat peserta didik baru untuk tahun ajaran berikutnya, pihaknya berusaha meningkatkan pelayanan dengan menambah sejumlah kegiatan ekstrakurikuler. Misalnya baca alquran, surah pendek, asmaul husna sebelum jam pelajaran dimulai, serta salat dhuha dan dhuhur berjamaah.

“Masyarakat Bringin terkenal agamis sehingga sekolah yang bernuansa religius diminati masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Bringin Muh Ihsan menyampaikan, secara umum jumlah murid baru di tingkat SD negeri di wilayah yang diampunya masih stabil.

“SD negeri yang lain jumlah murid baru masih 10 ke atas. Ada beberapa SD banyak siswanya karena terjangkau kendaraan,” terangnya.

Terkait SD Negeri Pakis ini, lokasinya yang agak menjorok ke dalam dengan jumlah penduduk yang sedikit, maka mendapatkan 6 peserta didik baru dinilai sudah cukup bagus.

“Kami dari Disdikbudpora sebenarnya sudah berupaya maksimal, guru sudah PPK dan ASN semua, sarana prasarana mencukupi. Tetapi karena letaknya agak masuk, orang tua lebih nyaman ambil sekolah pinggir jalan raya,” paparnya.

Terkait upaya regrouping, Ihsan menambahkan hal itu tidak akan mungkin dilakukan. Sebab di Desa Pakis, SD ini merupakan satu-satunya. Sehingga tidak diperkenankan digabung dengan sekolah lain.

“Maka ketika ada anak yang mau masuk ke sini meski tahun ajaran baru sudah berlangsung, tetap diterima. Jangan sampai terlantar,” tegasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
Penyelenggaraan Porprov Jawa Tengah XVII pada 25–31 Oktober 2026 turut meningkatkan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Semarang. Kepala Dinas Pariwisata Wiwin Sulistyowati menyebut tingkat hunian hotel meningkat, sementara villa dan homestay menjadi alternatif akomodasi bagi atlet, ofisial, keluarga, serta suporter yang datang.
Porprov Jateng 2026 Jadi Magnet Wisata, Hotel hingga Homestay di Kabupaten Semarang Kebanjiran Tamu
[pekok2]