RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Sejumlah Harga Bahan Pokok di Pasar Raya 1 Salatiga, Mayoritas Belum Ada Penurunan

Sejumlah Harga Bahan Pokok di Pasar Raya 1 Salatiga, Mayoritas Belum Ada Penurunan

Sejumlah Harga Bahan Pokok di Pasar Raya 1 Salatiga, Mayoritas Belum Ada Penurunan

Salah satu pedagang sayuran di pasar Blauran Salatiga (Poto. Dok Hanes)

Sejumlah bahan pokok di Kota Salatiga mengalami kenaikan.Bahan pokok tersebut seperti cabai, bawang merah, bawang putih, serta beberapa bahan pokok yang masih belum mengalami pergantian harga.

Pedagang bahan pokok Pasar Raya I Salatiga, Siti Khatijah mengatakan, saat ini harga cabai mengalami penurunan yang semula Rp 95 ribu menjadi Rp 90 ribu per kilogram.

“Sudah lima hari ini penurunan harga, tetapi ini juga masih tinggi,” kata Siti kepada wartawan.

Selain cabai, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram.

Sementara itu harga bawang putih mengalami penurunan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

“Tomat juga naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 14 ribu per kilogram.Namun kentang masih sama di harga Rp 10 ribu per kilogram,” jelasnya.

Menurutnya, dirinya memperoleh bahan pokok tersebut dari daerah Ngablak Magelang.

Selain itu, naik turunnya harga sembako tersebut dipengaruhi oleh cuaca dan curah hujan yang tinggi.

“Biasanya jadi jelek kalau kena hujan terus.Seperti cabai kalau yang jelek ada bercak hitamnya,” paparnya.

Selama naik turunnya harga sembako juga mempengaruhi pendapatan para pedagang.

Serta sering juga pedagang mendapatkan keluhan dari para pembeli karena harga yang terlalu tinggi

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
              

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157