URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dani Apriyanto (42), tahanan yang dititipkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Semarang, dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh saat bermain bola kasti di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambarawa. Kematian ini menuai kecurigaan mengingat tubuh Dani ditemukan memiliki luka-luka lebam, terutama pada kepala, tangan, dada, dan kaki.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Seorang Tahanan Lapas Kelas IIA Ambarawa Meninggal Dunia, Ditemukan Sejumlah Luka di Tubuhnya

Seorang Tahanan Lapas Kelas IIA Ambarawa Meninggal Dunia, Ditemukan Sejumlah Luka di Tubuhnya

Seorang Tahanan Lapas Kelas IIA Ambarawa Meninggal Dunia, Ditemukan Sejumlah Luka di Tubuhnya

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN -Dani Apriyanto (42), seorang tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Semarang diketahui meninggal dunia setelah dirawat di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, Selasa (15/8/2023).

Ia yang merupakan warga Lingkungan Sanggrahan RT 001 RW 002, Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang ini sebelumnya mengikuti kegiatan lomba bola kasti dalam rangka memeriahkan HUT ke-78 RI di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambarawa pada Jumat (4/8/2023). Saat bermain kasti itulah Dani terkena bola pada kepala bagian belakang lalu terjatuh.

ED (58), paman korban merasa ada yang janggal atas kematian keponakannya itu. Sebab di tubuh Dani didapati sejumlah luka lebam, terutama pada bagian kepala, tangan, dada, dan kaki.

“Itu pertama kali di rumah sakit sudah posisi koma. Dirawat satu minggu dua hari,” jelasnya di rumah duka, Selasa (15/8/2023).

Menurutnya, kejanggalan itu muncul karena jika terjatuh akibat kasti tidak mungkin lukanya bisa separah itu bahkan sampai koma. Meski pihaknya sudah menerima kejadian itu, ia berharap peristiwa yang menimpa keponakannya itu dapat diusut tuntas.

“Kami berharap keadilan. Kami orang kecil tidak berani apa-apa,” kata dia.

Sementara dihubungi terpisah, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Ambarawa Agus Wijayanto menerangkan jika penyebab kematian Dani murni akibat luka benturan setelah jatuh saat bermain kasti.

“Usai jatuh, yang bersangkutan sempat menjalani perawatan di klinik Lapas. Orangnya juga masih bisa jalan sendiri setelah ditangani,” ujarnya.

Sesampainya di kamar, lanjut Agus, Dani mengeluh mual dan pusing. Mendengar hal itu, kepala kamar menghubungi petugas Lapas sehingga pada hari itu juga yang bersangkutan langsung dibawa ke RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa untuk mendapatkan perawatan.

Sedangkan terkait keluarga yang merasa ada kejanggalan atas meninggalnya Dani, Agus mempersilakan keluarga korban untuk melakukan kroscek. Ia
juga mengaku bahwa pihaknya sudah koordinasi dengan pihak kepolisian dan sudah menjelaskan kronologi itu kepada keluarga.

“Kami sangat terbuka. Silakan kroscek untuk memastikan. Kami juga sudah diperiksa di kepolisian dan sudah kita sampaikan semuanya,” pungkas Agus. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan