URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Juliana Sheila U. Tampubolon, siswi kelas XI SMA 3 Salatiga, terpilih sebagai Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Salatiga Tahun 2024. Remaja berusia 17 tahun ini berhasil mengukir prestasi membanggakan setelah sebelumnya hanya bermula dari ketertarikannya melihat poster ajang tersebut di Instagram.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sheila Tampubolon Siswi Kelas XI SMA 3 Salatiga, Sabet Penghargaan Duta Genre 2024

Sheila Tampubolon Siswi Kelas XI SMA 3 Salatiga, Sabet Penghargaan Duta Genre 2024

Sheila Tampubolon Siswi Kelas XI SMA 3 Salatiga, Sabet Penghargaan Duta Genre 2024

Juliana Sheila U. Tampubolon (17) terpilih sebagai Duta Genre Kota Salatiga Tahun 2024. Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Juliana Sheila U. Tampubolon (17) gadis belia kelas XI siswi SMA 3 kota Salatiga akhirnya terpilih sebagai Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Salatiga Tahun 2024.

Kemenangan Sheila (panggilan akrabnya) menjawab tantangan zaman saat ini, di tengah derasnya arus zaman yang membawa perubahan dalam setiap lini kehidupan, hadir sosok-sosok muda yang membawa secercah harapan bagi masa depan bangsa. Mereka adalah generasi yang tak hanya cerdas, namun juga berani merancang langkah-langkah hidupnya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Diketahui, Program Genre yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini, sejatinya bukan sekadar sebuah ajang kompetisi biasa. Di balik gelar Duta Genre, tersimpan misi mulia untuk membentuk karakter remaja agar menjadi pribadi yang matang dalam perencanaan hidup, berperilaku sehat, dan menjauhi risiko Triad KRR, yakni pernikahan dini, penyalahgunaan napza, dan seks bebas.

Sheila, dipercaya membawa nama Kota Salatiga untuk maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2025. Sebuah amanah yang ia emban dengan semangat dan ketulusan, mengingat perjalanan awalnya yang cukup istimewa.

“Awalnya saya baru pindah ke Salatiga, baru sebulan tinggal dan masuk sekolah baru. Pada bulan kedua, saya melihat poster tentang Duta Genre di Instagram. Dari situlah rasa ingin tahu saya muncul,” tutur Sheila ketika rasikafm.com, Rabu (16/4/2025) sore.

Bermula dari sebuah ketertarikan yang sederhana, Sheila kemudian menggali lebih dalam tentang program Genre. Ia menyadari bahwa program ini begitu erat kaitannya dengan cita-cita dan harapannya sebagai remaja yang tengah menata masa depan. Baginya, Genre bukan hanya tentang rencana lima tahun ke depan, melainkan mencakup perjalanan hidup mulai dari menjaga kesehatan, pendidikan, karier, hingga membangun keluarga yang berkualitas kelak.
Tak berhenti sampai di situ, dalam perjalanannya Sheila pun menyadari bahwa tantangan terbesar remaja masa kini terletak pada pergaulan yang luas dan tidak selalu mudah dikendalikan. Oleh karenanya, dalam kiprahnya sebagai Duta Genre, ia menekankan pentingnya membentuk lingkungan pergaulan yang sehat sebagai pondasi dalam membangun perencanaan hidup yang matang.

“Pergaulan adalah cermin awal dari siapa diri kita. Dari situ, karakter dan masa depan kita terbentuk. Maka penting bagi remaja untuk memilih lingkungan yang positif,” ujarnya bijak.

Sheila tidak pernah merasa berjalan sendiri. Ia beruntung dikelilingi oleh keluarga yang selalu menjadi pilar dukungan, terutama kedua orang tuanya, Laurenz Stephanus Tampubolon dan Oktaviani Manurung. Sang ibu, dengan penuh kasih, bahkan menyatakan kesediaannya mendukung apa pun yang menjadi pilihan dan mimpi putrinya, selama itu membawa kebahagiaan dan kebaikan.

“Sebagai orang tua, kami selalu mendukung apapun yang positif untuk Sheila. Kami ingin ia nyaman, bahagia, dan sukses menapaki masa depannya. Yang terpenting, kami selalu menyerahkan segalanya dalam doa, agar Tuhan membimbing setiap langkahnya,” tutur Oktaviani dengan penuh semangat.

Kini Sheila, yang pada tanggal 10 Juli 2025 besuk akan genap berusia 17 tahun telah menapaki jalan yang menjadi cerminan bahwa remaja perempuan Indonesia pun mampu menjadi agen perubahan. Dengan bekal semangat, tekad, dan doa restu keluarga, ia bersiap mengemban tanggung jawab lebih besar, memperjuangkan suara generasi muda Kota Salatiga di kancah Jawa Tengah.

Semoga berhasil meraih cita citamu nak………..(Rief)

Sheila saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA
Sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten resmi keluar dari data kemiskinan dan diwisuda dalam graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Selasa (30/6/2026). Keberhasilan tersebut diraih melalui graduasi mandiri dan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi, sebagai wujud peningkatan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan.
2.596 Warga Klaten resmi keluar dari data kemiskinan
Jurnal ilmiah UIN Salatiga, Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), meraih penghargaan Diktis Award 2026 di Jakarta, Sabtu (27/6), setelah berhasil mempertahankan predikat Scopus Q1 selama delapan tahun berturut-turut. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Nasaruddin Umar sebagai bukti pengakuan global terhadap mutu akademik perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
IJIMS UIN Salatiga Raih Apresiasi Tertinggi Menag di Diktis Award 2026
Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja
Kampus Sahabat Lansia, Kisah UKSW Menjaga Semangat Belajar di Usia Senja
Pemerintah Kabupaten Semarang kembali mempertegas larangan penjualan dan pengadaan seragam oleh satuan pendidikan setelah polemik dugaan pungutan seragam di SMP Negeri 2 Ungaran. Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro, Jumat (26/6/2026), meminta seluruh kepala sekolah mematuhi Pasal 181 PP Nomor 17 Tahun 2010, mengembalikan mekanisme pengadaan kepada komite sekolah bersama wali murid, serta memastikan sekolah tidak melakukan pungutan maupun pengadaan seragam.
Sekda Kabupaten Semarang Tegaskan Sekolah Dilarang Jual Seragam, Pengadaan Dikembalikan ke Komite
SMP Negeri 2 Ungaran memastikan tidak pernah menjual maupun mengadakan seragam bagi peserta didik baru setelah muncul isu dugaan pungutan seragam. Pada Kamis (25/6/2026), pihak sekolah menyatakan seluruh dana titipan dari sekitar 50 wali murid telah diperintahkan untuk dikembalikan, sementara Pemerintah Kabupaten Semarang menegaskan sekolah wajib mematuhi aturan yang melarang pengadaan dan penjualan seragam di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 2 Ungaran Tegaskan Tak Ada Pengadaan Seragam di Sekolah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang pada 2025 belum sepenuhnya memenuhi target, terutama dari sektor parkir, pariwisata, dan pajak hotel. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna APBD 2025, Rabu (24/6/2026), seraya menegaskan perlunya evaluasi dan penguatan destinasi wisata untuk mendongkrak kunjungan serta pendapatan daerah di tengah tingkat okupansi hotel yang menurun.
Evaluasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, PAD Sektor Parkir dan Pariwisata Belum Capai Target