URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota Salatiga melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga komoditas pangan menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 pada Rabu (26/3/2025). Sidak ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, di Pasar Raya 1 Salatiga, dengan fokus pada kualitas dan harga bahan pangan seperti daging, ayam, ikan, dan sayuran.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sidak ke Pasar Tradisional, Wali Kota Salatiga Klaim Harga Stabil

Sidak ke Pasar Tradisional, Wali Kota Salatiga Klaim Harga Stabil

Sidak ke Pasar Tradisional, Wali Kota Salatiga Klaim Harga Stabil

Wali Kota Salatiga saat sidak pasar tradisional di Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga komoditas pangan menjelang lebaran Idul Fitri 1446, Rabu (26/3/2025).

Sidak dipimpin langsung Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, dengan sasaran harga kebutuhan bahan pangan bertujuan memastikan sejumlah komoditas yang akan dikonsumsi masyarakat terjamin keamanannya. Kemudian, dari sisi harga juga relatif terjangkau.

“Kita inspeksi untuk menilai kualitasnya terutama daging, ayam, dan sayur dari kadar airnya, kemudian segar tidak daging ayamnya. Lalu, ikannya segar tidak termasuk sayurnya ada kimiawinya tidak,” terangnya di Pasar Raya 1 Salatiga.

Ia menambahkan, dari hasil inspeksi yang dilakukan sementara baik dari segi harga maupun kualitasnya dalam keadaan baik. Adapun harga, meski ada kenaikan tetapi diprediksi bakal fluktuatif.

“Ini tadi kita cek, daging dari segi kadar airnya masih wajar. Tapi, nanti ada tim pengendali khusus yang bakal melakukan pemantauan berkala melalui Dinas Perdagangan dan Pangan,” katanya.

Pihaknya mengungkapkan, dalam sidak yang dilakukan tidak ditemukan pelanggaran berarti. Hanya saja, kedepan apabila ada pedagang curang menaikkan harga mendekati lebaran akan dikenai sanksi.

Terpisah, pedagang daging sapi Juwariyah (58) mengaku, minat konsumen untuk membeli daging menjelang lebaran Idul Fitri tahun ini mengalami penurunan.

“Sepi pembeli tahun ini, ekonomi lagi sulit. Keadaan lagi lesu, perkilogram harga daging Rp 125 ribu. Pedagang hanya ambil untung maksimal Rp 2.500, naik sedikit pembeli tidak mau,” ujarnya.

Dibandingkan periode lebaran tahun lalu, konsumen daging jauh lebih baik minimal pembeli membeli daging 1,5 kilogram sampai 2 kilogram.

Sedang kondisi saat ini, masyarakat yang membeli daging minimal 1/4 kilogram maksimal 1 kilogram.

“Mereka rata-rata membeli secukupnya untuk keperluan pribadi adapun jumlah besar untuk hajatan. Paling banyak 1/4 kilogram, lalu 1/2 kilogram maksimal 1 kilogram ya kalau diuangkan maksimal Rp 50 ribu terbanyak,” tutupnya.

Robby saat berikan keterangan pers

BACA JUGA :

Bank Indonesia memperkuat sistem pembayaran digital nasional melalui pengembangan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan perluasan QRIS. Hingga Juni 2026, pengguna QRIS mencapai 65,77 juta orang dengan 44,86 juta merchant, yang 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM. Sepanjang semester I-2026, transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar dengan nilai Rp1,12 kuadriliun.
Kartu Kredit Indonesia Hadir, Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Nasional
Hari Jadi ke-81 Jateng Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh, Industri dan Perdagangan Jadi Penopang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved