URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Siswi SMPIT Izzatul Islam Getasan Raih Juara 1 POPDA Pencak Silat Tingkat Kab. Semarang

Siswi SMPIT Izzatul Islam Getasan Raih Juara 1 POPDA Pencak Silat Tingkat Kab. Semarang

Siswi SMPIT Izzatul Islam Getasan Raih Juara 1 POPDA Pencak Silat Tingkat Kab. Semarang

featured-img

RASIKAFM – Hidayatul Aliyah (12), siswi kelas VII SMPIT Izzatul Islam Getasan berhasil menjadi Juara 1 Pencak Silat Seni Tunggal Putri jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Semarang. Medali emas diraih setelah mengikuti babak final Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) secara luring di GOR Wujil, Kabupaten Semarang, Senin (27/9). Babak Final diikuti oleh tiga peserta yang terjaring dari seleksi babak penyisihab secara daring dengan mengirimkan video.

Hidayatul Aliyah yang sejak usia SD sudah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat mengaku bersyukur atas prestasi ini. Ia mengaku prestasi yang diraih merupakan hasil jerih payah saat latihan, kesabaran pelatih, dan dukungan dari orang tua. Disela-sela sekolah ia rajin berlatih baik di sekolah maupun di rumah.

“Alhamdulillah, bersyukur bisa menang juara satu hari ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada pelatih saya, dukungan sekolah, guru, orang tua, dan teman-teman. Berkat doa dan dukungan dari mereka, saya bisa tampil maksimal dan meraih juara satu. Ia berjanji akan terus berlatih untuk mempersiapkan pertandingan di tingkat provinsi,” kata Hidayatul Aliyah yang meraih nilai 419 poin.

Hidayatul Aliyah, peraih medali emas akan mewakili Kabupaten Semarang dalam pertandingan di tingkat provinsi sekitar bulan Maret atau April 2022.

BACA JUGA :

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon