URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keluhan sopir truk terkait kelangkaan solar BBM subsidi di wilayah Jawa Tengah mencuat, dengan antrian panjang di SPBU dan sebagian sopir terpaksa menunggu droping solar. Marthia Mulia Asri, PJs Area Manager Com, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), memberikan tanggapan, menegaskan bahwa stok solar subsidi aman dan disesuaikan dengan permintaan SPBU. Permintaan yang tinggi disebabkan mendekati libur Natal dan Tahun Baru, serta pemberlakuan pembatasan kendaraan berat di tol.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Solar Langka Di Jateng, Sopir Truk mengeluh

Solar Langka Di Jateng, Sopir Truk mengeluh

Solar Langka Di Jateng, Sopir Truk mengeluh

Foto:Dok/IST
featured-img

RASIKAFM.COM – Kelangkaan solar BBM Bersubsidi di wilayah jateng dalam 2-3 hari ini dikeluhkan sopir truk kalaupun ada, antrian di SPBU panjang, bahkan sebagian sopir terpaksa menunggu datangnya droping solar di SPBU.

Terkait hal itu Marthia Mulia Asri, selaku PJs Area Manager Com, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), menanggapi terkait langkanya solar di Jateng. Menurutnya, ketersediaan stok BBM jenis solar relatif aman dan sudah sesuai dengan permintaan SPBU.

“Stok solar subsidi, aman. Sudah kami pastikan bahwa kami menyalurkan solar sesuai dengan penebusan dari SPBU,” katanya.

“Untuk solar, kami tidak ada pembatasan, tetapi demand-nya memang tinggi karena menjelang libur nataru dan pemberlakuan pembatasan kendaraan berat di tol,” imbuhnya.

Pihak Pertamina Patra Niaga juga akan terus memonitor penyaluran Biosolar dan Pertalite untuk menjaga pendistribusian BBM subsidi sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.

Marthia menduga adanya kenaikan permintaan lantaran banyak yang beralih dari jalur tol. Kenaikan tarif tol disebut sebagai penyebab para pengemudi memilih jalur lintasan non-tol.

“Info di lapangan, demand di Pantura wilayah Jateng menjadi tinggi, disebabkan semenjak tanggal 11 ada kenaikan tarif tol. Jadi, traffic kendaraan truk di pantura meningkat sehingga antrian di SPBU jalur non tol jadi naik juga demandnya,” pungkasnya. *(red/hrs)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved