URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Salatiga menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang dipimpin Wakapolres Kompol R Arsadi di Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Senin (2/2/2026), sebagai tanda dimulainya operasi untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas melalui kesiapan personel, sarana prasarana, serta langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum humanis.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026, Pengguna Jalan Dapat Bunga

Sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026, Pengguna Jalan Dapat Bunga

Sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026, Pengguna Jalan Dapat Bunga

Polisi sedang membagikan bunga dalam rangka sosialisasi
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Polres Salatiga menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang dipimpin Wakapolres Salatiga Kompol R Arsadi, di Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Senin (02/02/2026).

Apel gelar pasukan ini menjadi penanda dimulainya Operasi Keselamatan Candi 2026 sekaligus sarana pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung operasi di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Salatiga membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah yang menyampaikan bahwa dinamika permasalahan lalu lintas terus berkembang seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, pertumbuhan penduduk, serta pesatnya kemajuan transportasi berbasis digital.

“Situasi ini menuntut Polri, khususnya fungsi lalu lintas, untuk terus berinovasi dan menghadirkan pelayanan yang presisi, prediktif, responsibel, dan berkeadilan,” ujar Arsadi.

Ia menegaskan bahwa apel gelar pasukan memiliki peran strategis untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektoral agar pelaksanaan operasi berjalan efektif dan optimal.

“Apel ini bertujuan memastikan seluruh unsur yang terlibat benar-benar siap, sehingga Operasi Keselamatan Candi 2026 dapat berjalan sesuai sasaran,” lanjutnya.

Operasi Keselamatan Candi 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai upaya cipta kondisi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta represif terhadap berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Fokus utama operasi adalah pencegahan kecelakaan melalui edukasi, pengawasan, serta penegakan hukum yang mengedepankan pendekatan humanis,” tambahnya.

Dalam amanat tersebut juga dipaparkan capaian positif kinerja lalu lintas di Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2025 tercatat 522.589 pelanggaran, turun 25 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 692.374 pelanggaran.

“Penindakan tilang juga mengalami penurunan signifikan sebesar 32 persen, dari 256.247 lembar pada tahun 2024 menjadi 174.993 lembar pada tahun 2025,” ungkapnya.

Selain itu, jumlah teguran terhadap pelanggar lalu lintas turut menurun 20 persen, dari 436.127 teguran pada tahun 2024 menjadi 347.596 teguran pada tahun 2025, atau berkurang.

Pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, penindakan akan dilakukan melalui penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis maupun mobile, disertai pemberian teguran terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

“Penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dan humanis, dengan fokus pada pelanggaran yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan dinas yang akan digunakan dalam mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026.

Selanjutnya, personel Polres Salatiga melaksanakan sosialisasi dimulainya Operasi Keselamatan Candi 2026 di depan Mapolres Salatiga kepada para pengguna jalan. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan tertib berlalu lintas melalui pembagian selebaran, serta memberikan apresiasi kepada pengendara yang telah tertib berlalu lintas berupa bunga dan cokelat.

Wakapolres berikan keteranggan media

BACA JUGA :

Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Polda Jawa Tengah akan menggelar Operasi Patuh Candi 2026 pada 8-21 Juni 2026 untuk meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Selain edukasi dan pencegahan, polisi juga menindak pelanggaran melalui ETLE dan tilang manual, termasuk penggunaan pelat nomor kendaraan yang ditutup, dilipat, atau dimodifikasi demi menghindari kamera pengawas lalu lintas.
Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai 8 Juni, Pelat Nomor yang Dimodifikasi Jadi Sasaran Utama
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Semarang merotasi sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran melalui upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolres AKBP Ratna Quratul Ainy pada Rabu (6/5/2026) sebagai bagian penyegaran organisasi, pengembangan karier personel, serta peningkatan profesionalitas dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Mutasi Besar di Polres Semarang, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti Posisi
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyoroti tingginya kerentanan perempuan terhadap tindak kriminal saat peringatan Hari Kartini di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (21/4/2026). Ia mendorong korban berani melapor karena kepolisian menyediakan pendampingan hukum dan psikologis, sekaligus menekankan peran perempuan dalam keluarga dan menjaga kamtibmas.
Perempuan Rentan Jadi Korban Kejahatan, Kapolres Semarang Ajak Berani Lapor dan Perkuat Peran di Keluarga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia