URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga daging ayam di Pasar Tradisional Suruh, Kabupaten Semarang telah mencapai Rp 37 ribu per kilogram dan terus meningkat akibat menipisnya stok daging ayam. Pedagang daging ayam mengalami kekhawatiran dan keluhan atas fluktuasi harga tersebut. Pembeli juga merasakan dampaknya dengan menurunnya daya beli dan mengurangi jumlah pembelian daging ayam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Stok Menipis, Harga Daging Ayam di Pasar Suruh Merangkak Naik

Stok Menipis, Harga Daging Ayam di Pasar Suruh Merangkak Naik

Stok Menipis, Harga Daging Ayam di Pasar Suruh Merangkak Naik

Foto dok IST
Aktifitas penjualan daging ayam dipasar Suruh
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Harga daging ayam di Pasar Tradisional Suruh Kabupaten Semarang terus merangkak naik. Saat ini harga per kilogramnya mencapai Rp 37 ribu. Kenaikan harga tersebut akibat stok daging ayam yang mulai menipis.

Naiknya harga tersebut, para pedagang daging ayam resah dan mengeluh. Harga daging ayam saat ini fluktuasi.”Kemarin harga daging ayam sempat naik Rp 39 ribu per kilogramnya,”kata Jamilah, sabtu (28/5/2023).

Diungkapkan Jamilah, harga daging ayam memang mengalami penurunan, namun dengan cara bertahap. “Turunnya bertahap, setelah Rp 39 ribu per kilogram menjadi Rp 38 per kilogram dan sekarang Rp 37 ribu per kilogram. Jadi turunnya seribuan,” ujarnya.

Diungkapkanya akibat kenaikan harga minat para pembeli untuk membeli daging ayam mulai menurun.“Daya beli mulai berkurang,” ucapnya.

“Harga tinggi ini kemungkinan disebabkan ayamnya sendiri mulai tidak ada,” katanya.

Sejak harga daging ayam tinggi, dirinya saat ini hanya bisa menjual daging ayam hingga 70 kilogram setiap harinya.

“Pas harga ayam normal saya bisa menjual satu kwintal daging ayam setiap hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Pembeli, Ayu mengaku mengeluh dengan naiknya harga daging ayam ini. Dirinya mengurangi jumlah pembelian daging ayam.

“Pas harga daging ayam naik, saya mengurangi jumlah pembelian,” kata Ayu.

Daging ayam yang ayu beli tersebut dijual kembali dan dijadikan sate ayam, namun untuk saat ini penjualannya diperkecil.

“Kan pembelian dikurangi, jadi sate ayam yang saya jual nantinya saya potong lebih kecil lagi biar tidak merugi,” ungkapnya

BACA JUGA :

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Salatiga resmi dilantik di Pondok Pesantren Sunan Giri, Argomulyo, pada 21 Juni 2026. Pelantikan ini menjadi momentum penguatan kaderisasi dan peran pemuda dalam menghadapi tantangan sosial-ekonomi. Melalui pameran UMKM dan penguatan pilar ekonomi, politik, serta sosial, Ansor didorong untuk berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah.
Resmi Dilantik, GP Ansor Salatiga Didorong Perkuat Sinergi Ekonomi
Sekitar 50 pedagang daging sapi di Kota Salatiga sepakat menghentikan aktivitas penjualan pada 22–26 Juni 2026 akibat kelangkaan pasokan dan kenaikan harga yang terus terjadi. Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan paguyuban pedagang di Pasar Raya I Salatiga pada 21 Juni. Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk aspirasi agar pemerintah segera mencari solusi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga daging sapi di pasaran.
Mulai Senin ini, Pedagang Daging Salatiga Mogok Jualan Lima Hari, Akibat Pasokan Langka
Dieng Caldera Race 2026 menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp20 miliar dan mendorong sektor wisata, kuliner, penginapan, serta UMKM Wonosobo.
Dingin-Dingin Cuan! Dieng Caldera Race 2026 Putar Uang Lebih dari Rp20 Miliar di Wonosobo
Kepercayaan masyarakat terhadap kondisi perekonomian Jawa Tengah tetap terjaga pada Mei 2026, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 116,05 yang berada di zona optimistis. Hasil Survei Konsumen menunjukkan masyarakat menilai kondisi pendapatan, peluang kerja, dan daya beli masih baik, sekaligus memiliki harapan positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan penghasilan, dan perkembangan usaha dalam enam bulan mendatang sehingga menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga, IKK Mei 2026 Capai 116,05
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku UMKM di Kota Salatiga memanfaatkan program Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar hingga ekspor saat berdiskusi dengan puluhan pelaku usaha kuliner, fesyen, dan kerajinan di Argotelo Salatiga, Kamis (18/6/2026), melalui pelatihan, business matching, hingga akses jaringan perdagangan internasional.
Kunjungi Argotelo Salatiga, Mendag Busan ajak UMKM Tembus Ekspor

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan