[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Sukses Peroleh Sertifikat Laik Higiene, Rutan Salatiga Targetkan Izin Klinik WBP

Sukses Peroleh Sertifikat Laik Higiene, Rutan Salatiga Targetkan Izin Klinik WBP

Sukses Peroleh Sertifikat Laik Higiene, Rutan Salatiga Targetkan Izin Klinik WBP

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) baik pelayanan makanan, pembinaan hingga kesehatan.

Kepala Rutan Salatiga Andri Lesmano mengatakan setelah berhasil mendapat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, kali ini Rutan Salatiga berproses untuk memperoleh izin klinik.

“Alhamdulillah kami sudah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, tetapi tidak berhenti disini, komitmen kami akan terus berikan layanan terbaik bagi WBP, target lainnya yaitu percepatan izin klinik bagi WBP,” ujarnya Senin (06/03/2023).

“Sebagai langkah nyata kali ini Rutan Salatiga berkoordinasi bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Salatiga dalam rangka mempercepat izin klinik bagi WBP,” lanjutnya.

Sementara Dalam koordinasinya bersama DPMPTSP Kota Salatiga, Tim Rutan Salatiga disambut secara langsung oleh Kepala Dinas Muthoin. yang mendukung program dari Rutan Salatiga.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Rutan Salatiga untuk mendapat izin klinik guna peningkatan layanan pada WBP,” ujar Muthoin.

Muthoin menyebut akan melakukan koordinasi dan langkah-langkah selanjutnya terkait pemenuhan persyaratan sehingga tetap sesuai dengan regulasi yang ada.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, untuk persyaratan-persyaratan dari Rutan, sehingga pemenuhan izin klinik di Rutan nantinya tetap sesuai dengan regulasi yang ada dan kami sangat mendukung penuh untuk pemenuhan layanan kesehatan bagi WBP,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px