KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sungai Bade di Bawen Diduga Tercemar Limbah TPA Blondo, DLH Buru Penyebab Pasti

Sungai Bade di Bawen Diduga Tercemar Limbah TPA Blondo, DLH Buru Penyebab Pasti

Sungai Bade di Bawen Diduga Tercemar Limbah TPA Blondo, DLH Buru Penyebab Pasti

Warga Desa Kandangan dan Lemahireng, Bawen "wadul" kepada Komisi C DPRD Kabupaten Semarang atas dugaan pencemaran Sungai Bade yang berdampak pada aktivitas pertanian dan perikanan warga, Rabu (5/11/2025). Foto: IST/ DPRD Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang menindaklanjuti laporan dugaan pencemaran di Sungai Bade yang melintasi Desa Lemahireng dan Kandangan, Kecamatan Bawen. Dugaan pencemaran ini sebelumnya dikeluhkan warga karena berdampak pada aktivitas pertanian dan perikanan di sekitar aliran sungai.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Semarang, Moh. Edy Sukarno, mengatakan pihaknya telah mendampingi Komisi C DPRD Kabupaten Semarang dalam audiensi dengan masyarakat Desa Kandangan dan Lemahireng untuk membahas persoalan tersebut.

“Kami sudah rapatkan secara internal. Langkah pertama, kami akan melakukan pemetaan potensi pencemaran sungai untuk mengetahui sumber pastinya, apakah dari TPA Blondo seperti yang dikeluhkan warga, atau dari sumber lainnya,” ujarnya di Ungaran, Jumat (7/11/2025).

Pihaknya juga akan melakukan susur sungai bersama dinas terkait dan masyarakat untuk memastikan kondisi kualitas air secara langsung. Menurut Edy, uji laboratorium terhadap limbah dari TPA Blondo mencakup tiga aspek—fisik, kimia, dan biologi—namun hasilnya belum seluruhnya keluar karena keterbatasan alat uji.

“Hasil pengecekan lapangan nanti akan menjadi umpan balik bagi kami untuk dilaporkan kepada Bupati Semarang sebagai dasar tindak lanjut,” tambahnya.

Edy menjelaskan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di TPA Blondo pernah mengalami longsor pada 2016 dan saat ini sedang dalam proses perbaikan. Namun, kondisi tanah di lokasi tersebut yang cenderung labil membuat pembangunan IPAL standar mengalami kesulitan teknis.

“Kami akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan untuk melakukan pemeriksaan lapangan gabungan dan susur sungai guna memastikan sumber pencemaran,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Wisnu Wahyudi, mengatakan hasil audiensi dengan warga Dusun Geyongan, Desa Kandangan, dan Dusun Kalisalak, Desa Lemahireng menunjukkan bahwa kondisi pencemaran tersebut telah berlangsung cukup lama.

“Dugaan awal warga, pencemaran ini berasal dari air sampah atau lindi dari TPA Blondo yang ada di Bawen,” ungkap Wisnu.

Ia menjelaskan, warga semula menduga pencemaran berasal dari air lindi TPA Blondo yang dikelola oleh DLH Kabupaten Semarang. Namun, hasil klarifikasi menyebutkan bahwa kadar air lindi dari TPA tersebut masih berada dalam ambang batas toleransi.

“Bisa jadi juga pencemaran berasal dari industri atau pabrik yang membuang limbah langsung ke sungai. Ini perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber pencemaran sebenarnya,” urainya.

Wisnu menambahkan, Komisi C mendorong agar penanganan persoalan lingkungan tersebut dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, mengingat dampaknya telah dirasakan masyarakat di dua desa.

“Kami berharap DLH segera melakukan tindakan konkret agar pencemaran bisa dihentikan dan kualitas air sungai bisa pulih. Sungai ini menjadi sumber kehidupan warga untuk pertanian dan perikanan, jadi perlu perhatian serius,” tegasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
[pekok2]