RASIKAFM.COM | UNGARAN – Lembaga Kesenian dan Kebudayaan (LKK) Kabupaten Semarang menginisiasi gerakan “tabungan kebajikan” dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak menyisihkan satu gelas beras dan uang koin yang nantinya digunakan untuk kegiatan kenduri budaya sebagai bentuk syukuran bersama.
Ketua LKK Kabupaten Semarang, Pujianto mengatakan, gerakan ini merupakan upaya mengajak masyarakat untuk berbagi serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam perayaan hari jadi daerah.
Menurutnya, pengumpulan tabungan kebajikan dilakukan oleh berbagai komunitas masyarakat lintas agama, anak-anak sekolah, hingga perkumpulan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Semarang.
“Ini baru pertama kali kita lakukan. Sebenarnya banyak ide, tetapi tahun ini kita ingin mengajarkan memberi kesempatan umat untuk berbagi,” ujarnya usai Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka HUT ke-505 Kabupaten Semarang di ruang rapat DPRD setempat, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan, filosofi dari kegiatan tersebut adalah mengajarkan bahwa rezeki tidak hanya untuk diterima, tetapi juga perlu dibagikan kepada sesama.
“Kesuksesan itu seperti nafas, ada masuk dan ada keluar. Kalau maunya hanya masuk saja, rezeki justru bisa berhenti. Maka ketika kita ingin rezeki datang, kita juga harus berbagi,” jelasnya.
Pujianto menjelaskan, beras yang terkumpul dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang nantinya akan dikemas kembali dalam paket lima kilogram untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Sementara itu, bahan makanan untuk kenduri budaya juga berasal dari sumbangan masyarakat, seperti sayur, telur, tahu, tempe, sambal hingga ayam.
“Semua berasal dari sumbangan masyarakat. Setelah dimasak dalam kenduri budaya, nanti juga kita peruntukkan kembali untuk masyarakat,” katanya.
Rencananya, puncak kegiatan syukuran akan digelar di Pendopo Bupati Semarang. Pengumpulan tabungan kebajikan sendiri telah dilakukan di berbagai tempat seperti masjid, gereja, vihara, sekolah hingga posko LKK. Hingga saat ini, ribuan gelas beras telah terkumpul dari partisipasi masyarakat di 19 kecamatan. (win)