URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Pemerintah Kabupaten Semarang mulai memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) di tanjakan Ujung-ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, pada Senin (6/1/2025), guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan setelah perbaikan tanjakan tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tanjakan Ujung-ujung Pabelan Mulai Dipasangi Rambu dan PJU

Tanjakan Ujung-ujung Pabelan Mulai Dipasangi Rambu dan PJU

Tanjakan Ujung-ujung Pabelan Mulai Dipasangi Rambu dan PJU

Petugas memasang lampu PJU menggunakan crane pada truk bucket di tanjakan Ujung-ujung, Pabelan, Senin (6/1/2025). Foto: Dishub Kab. Semarang
Petugas memasang lampu PJU menggunakan crane pada truk bucket di tanjakan Ujung-ujung, Pabelan, Senin (6/1/2025). Foto: Dishub Kab. Semarang
Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mulai memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) di tanjakan Ujung-ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, pada Senin (6/1/2025). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama setelah tanjakan tersebut selesai diperbaiki.

Tanjakan Ujung-ujung kini memiliki kontur lebih landai, aspal mulus, dan jalan lebih lebar. Namun, sebelumnya, area ini menuai kritik karena belum dilengkapi penerangan jalan, bahkan sempat terjadi kecelakaan seorang pengendara motor yang terjatuh ke jurang pada Jumat (3/1/2025) malam.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang, Tri Martono, mengatakan pihaknya telah memasang PJU di empat titik tanjakan tersebut. Pemasangan dilakukan dengan menggunakan crane di truk bucket. Selain lampu penerangan, Dishub juga memasang sejumlah rambu jalan, termasuk tanda tikungan sebelum tanjakan dan rambu persimpangan setelah tanjakan.

“PJU dan rambu penunjuk jalan serta peringatan sudah kami pasang kemarin, ” ujar Tri Martono, Selasa (7/1/2025).

Tri menambahkan, tanjakan tersebut juga akan dilengkapi pagar pembatas jalan atau guard rail di kedua sisinya. Pemasangan guard rail akan dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, selaku pihak yang bertanggung jawab atas proyek jalan tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BBPJN dan mereka berencana memasang guard rail secepatnya,” imbuhnya.

Untuk diketahui, tanjakan Ujung-ujung sepanjang 400 meter ini merupakan jalur penghubung antara Kecamatan Pabelan (Kabupaten Semarang) dan Kecamatan Tingkir (Kota Salatiga). Sebelum diperbaiki, tanjakan ini dinilai membahayakan karena kerusakan aspal, jalan yang sempit, serta kontur jalan yang curam.

Seorang warga, Anjar (28), mengaku puas dengan hasil perbaikan tersebut. Ia merasa perjalanan kini lebih lancar dan aman.

“Sebelumnya saya harus memutar lewat Tengaran, jaraknya jadi dua kali lipat. Sekarang lebih nyaman karena jalannya mulus dan landai,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Tes Religi
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Satreskrim Polres Semarang menetapkan seorang pria berinisial AJS (56), warga kelahiran Salatiga, sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap delapan santri di sebuah pondok pesantren...
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga melalui Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kelurahan Ledok menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai di RT 03 RW 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo,...
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang menggandeng sejumlah LPK, termasuk LPK Surya Intan Tengaran, untuk melatih 375 warga melalui program pelatihan dan penempatan kerja sektor garmen pada 2026. Peserta...
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Dua pelajar Kota Salatiga, Kiandra Isna Aisha Anindhita dari SD Negeri 06 Salatiga dan Gabriela Tirza Jeovana Utomo dari SMP Stella Matutina Salatiga, meraih nilai sempurna dalam Tes Kemampuan Akademik...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved