URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tenggelam Saat Mencari Ikan, Pria Asal Jepara Meninggal Dunia

Tenggelam Saat Mencari Ikan, Pria Asal Jepara Meninggal Dunia

Tenggelam Saat Mencari Ikan, Pria Asal Jepara Meninggal Dunia

featured-img
Capt foto: Misbah (40 ) warga  Desa Kaliaman Lor RT 03 RW 02, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara korban yang tenggelam di Perairan Tanjungjati dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.

RASIKAFM – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di Perairan Tanjungjati, Desa Tubanan, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara oleh Tim SAR Gabungan pada Senin (28/6/2021).

Korban bernama Misbah (40 ) warga  Desa Kaliaman Lor RT 03 RW 02, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara tenggelam saat mencari ikan di perairan Tanjungjati Desa Tubanan Kecamatan Mlonggo Minggu(27/06/21) pukul 07.30 WIB.

Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya menjelaskan, kejadian bermula pada Minggu (27/06/21) sekitar pukul 18.30 WIB Misbah berangkat mencari ikan di perairan Tanjungjati dengan menebar jaring.

Kemudian saat jaring di tarik ternyata menyangkut dam lalu korban menceburkan diri bertujuan melepas jaring. Namun tak disangka, korban malah terbawa arus lalu hanyut tenggelam di lokasi kejadian.

“Diduga saat kejadian ombak besar menghantam tubuh korban terseret arus hanyut tenggelam,” ungkap Yahya, Senin (28/6/2021).

Dengan informasi tersebut Kepala Basarnas Semarang memperintahkan Koordinator Basarnas pos SAR Jepara Whisnu Yuas memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan pencarian dan pertolongan disertai alut SAR air.

Pencarian melibatkan berbagai unsur diantaranya Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PMI Shabana, KRJ, Jepara rescue , Security PLTU dan nelayan setempat.

“Upaya pencarian tim SAR gabungan membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan di perairan Tanjungjati kearah Utara,” bebernya.

Usai jasad korban ditemukan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.

“Dengan ditemukan tubuh korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan tim SAR gabungan kembali kesatunnya masing- masing,” tutupnya. (alv)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved