URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Asap tebal muncul dari atap Swalayan Luwes Ungaran setelah tumpukan kertas di lantai empat terbakar pada Rabu (19/11/2025). Kebakaran dipicu panas cerobong asap restoran. Petugas sekuriti dan damkar segera memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dan operasional swalayan tetap berjalan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Terpapar Panas Cerobong Asap, Lantai Empat Swalayan Luwes Ungaran Terbakar

Terpapar Panas Cerobong Asap, Lantai Empat Swalayan Luwes Ungaran Terbakar

Terpapar Panas Cerobong Asap, Lantai Empat Swalayan Luwes Ungaran Terbakar

Asap tebal membumbung tinggi dari atap Swalayan Luwes Ungaran usai tumpukan kertas yang ada di lantai empat terbakar akibat terpapar panas cerobong asap restoran, Rabu (19/11/2025). Foto: win
Asap tebal membumbung tinggi dari atap Swalayan Luwes Ungaran usai tumpukan kertas yang ada di lantai empat terbakar akibat terpapar panas cerobong asap restoran, Rabu (19/11/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Asap tebal membumbung tinggi dari atap Swalayan Luwes, Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Rabu (19/11/2025). Sontak hal tersebut sempat menjadi pusat perhatian warga dan pengunjung.

Tak berapa lama, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba untuk membantu memadamkan api. Sejumlah karyawan dibantu petugas keamanan segera bertindak memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Kapolsek Ungaran Barat AKP Sugiyarta menjelaskan, sekitar pukul 14.00 WIB pihaknya mendapatkan laporan kejadian kebakaran tersebut.

“Anggota segera menuju ke lokasi dan mendapati di lantai empat ada tumpukan kertas yang terbakar,” ujarnya.

Kronologinya berawal dari cerobong asap pada bagian restoran swalayan. Saat proses memasak, asap yang berasal dari pengapian mengalir ke atas melalui cerobong asap tersebut.

“Di dekat cerobong ada kertas-kertas seperti nota. Karena kertasnya nempel di cerobong makanya terbakar,” jelasnya.

Meski demikian, operasional swalayan tidak terganggu karena api berhasil dikuasai oleh pihak sekuriti menggunakan hidran.

“Karena api sudah berhasil dipadamkan, petugas damkar standby di lokasi untuk memastikan titik api benar-benar padam,” paparnya.

Ihwal kerugian, pihaknya belum bisa menaksir. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini.

“Bangunan juga tidak terbakar, hanya bekas gosong di beberapa bagian saja karena kertas yang terbakar,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon