KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Tertabrak Kereta di Perlintasan Rel Alastua Semarang, Warga Pedurungan Meninggal Dunia

Tertabrak Kereta di Perlintasan Rel Alastua Semarang, Warga Pedurungan Meninggal Dunia

Tertabrak Kereta di Perlintasan Rel Alastua Semarang, Warga Pedurungan Meninggal Dunia

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Seorang pria yang bernama Sukadi warga Pedurungan Kota Semarang meninggal dunia usai tertabrak kereta api di 100 meter dari perlintasan Alastua, Kecamatan Pedurungan pada Selasa (24/1/2023) petang.

Pria berusia 58 tahun itu pada saat kejadian sedang menyebrangi perlintasan rel kereta api. Kepala Polsuska Daop 4 Semarang Yulius mengatakan, lokasi itu sebenarnya bukan untuk dilintasi karena kondisi sepi dan gelap.

Dirinya menjelaskan, mengetahui kejadian ini setelah mendapat laporan dari masinis KA 272F Blora Jaya telah tertemper pejalan kaki di KM 6+4 petak jalan Semarang pukul 18.50 WIB.

Setelah menerima informasi itu kemudian dirinya langsung menghubungi Tim Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Pedurungan untuk dilakukan pemeriksaan.

Usai tertabrak, korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan badan. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Jenazah korban dibawa ke RSUP Kariadi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya kepada wartawan.

Dari hasil pemeriksaan, sebenarnya masinis sudah melihat ada pejalan kaki di jalur KA menyeberang dari arah Selatan menuju ke Utara. Karena akan melintas, kemudian masinis membunyikan semboyan 35 berulang kali tapi pejalan kaki tidak mengindahkan peringatan itu.

“Infonya sih mau ke rumah saudaranya,” kaya Yulius.

Meski ada kejadian ini, dirinya menegaskan jalur perintasan kereta api aman. Disisi lain, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan agar melintasi rel yang aman.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang