URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tim Gabungan dari Unit Resmob Polda Jateng dan TNI berhasil menemukan dua unit sepeda motor milik komplotan penembakan terhadap RW (34) istri TNI yang ditembak di depan rumahnya Jalan Cemara III No.1, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tim Gabungan Temukan Dua Motor Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang

Tim Gabungan Temukan Dua Motor Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang

Tim Gabungan Temukan Dua Motor Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang

Dua kendaraan komplotan yang digunakan sebagai sarana transportasi aksi penembakan sudah diamankan di Mapolrestabes Semarang.
featured-img

SEMARANG – Tim Gabungan dari Unit Resmob Polda Jateng dan TNI berhasil menemukan dua unit sepeda motor milik komplotan penembakan terhadap RW (34) istri TNI yang ditembak di depan rumahnya Jalan Cemara III No.1, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Penemuan dua unit kendaraan roda dua tanpa plat nomor ini berhasil disita di tempat yang berbeda. Seperti yang diketahui, ada dua sarana transportasi yang digunakan para pelaku dalam melancarkan aksinya.[irp posts=”40115″ name=”Identitas Sudah Diketahui, Polisi Minta Pelaku Komplotan Penembakan Istri TNI di Semarang Serahkan Diri”]

Yang pertama yaitu sepeda motor ninjau warna hijau dan kedua motor beat street warna hitam. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, ketika ditemukan, pada sepeda motor ninja sudah berubah warna dari hijau muda ke hijau yang lebih tua.

“Tim Gabungan sudah berhasil menyita kendaraan yang digunakan pelaku. Kalau di CCTV hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) inilah yang digunakan pelaku. Tapi kalau kemarin berwarna hijau (muda) paska kejadian itu oleh pelaku cat nya dirubah menjadi hijau tua,” ujarnya kepada awak media di Mapolrestabes Semarang, Jumat (22/7/2022).

“Ditemukan di rumah rekan pelaku daerah jalan Pamularsih (Kecamatan Semarang Barat) Kota Semarang pada Kamis (21/7) malam,” tambahnya.

Irwan menambahkan, selain warna body motor yang berubah, bagian-bagian lain motor juga dirubah warnanya seperti tromol yang semula berwarna hijau menjadi emas, Dan juga velg dan jeruji yang semula warna putih juga dirubah menjadi warna emas.

“Untuk menghilangkan jejak dari peristiwa penembakan ini,” katanya.

Sedangkan untuk sepeda motor yang kedua yaitu honda beat street masih terlihat seperti di rekaman CCTV dan tidak ada yang dirubah sama sekali. “Honda kedua juga berhasil disita di hari yang sama didaerah Sayung (Kabupaten Demak). Dua kendaraan inilah yang dilakukan pelaku pada saat aksi penembakan,” tambahnya.[irp posts=”40108″ name=”Polisi dan TNI Lakukan Olah TKP Lanjutan Kasus Penembakan Istri TNI di Semarang”]

Disisi lain, Kombes Irwan menegaskan bahwa para pelaku dan otak atas aksi penembakn ini sudah diketahui identitasnya. Dirinya meminta kepada kepada komplotan untuk segera menyerahkan diri.

“Sekali lagi kami himbau untuk menyerahkan diri. Kami sudah mengidentifikasi, rumah mereka kami sudah tahu, teman-teman mereka kami sudah tahu dan keluarganya kami juga sudah tahu. Kami sudah melakukan penggalangan untuk menyerahkan diri baik-baik kepada kami,” bebernya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon