KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tradisi Jelang Ramadan, Warga Salatiga Bawa 1.000 Tumpeng ke Makam

Tradisi Jelang Ramadan, Warga Salatiga Bawa 1.000 Tumpeng ke Makam

Tradisi Jelang Ramadan, Warga Salatiga Bawa 1.000 Tumpeng ke Makam

Ribuan warga Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, memadati areal Makam Shuufi pada Jumat (14/2/2025) untuk melaksanakan tradisi Sadranan, yaitu mengirim doa bagi leluhur, orang tua, dan kerabat yang telah meninggal dunia.
Foto Arief Rasika
Ribuan warga Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, memadati areal Makam Shuufi untuk mengikuti tradisi Sadranan.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ribuan warga Tegalrejo Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga memadati areal Makam Shuufi, Jumat (14/2/2025). Mereka melaksanakan acara Sadranan atau mengirim doa untuk leluhur, orangtua, serta kerabat yang telah meninggal dunia.

Tradisi ini dilakukan pada bulan Sya’ban atau ruwah dalam penanggalan hijriah, sebelum Ramadan. Warga yang datang ke makam mengenakan baju adat dan mrmbawa 1.000 tumpeng yang dibawa dengan diarak bersama-sama.

Menurut ketua RW 4 Tegalrejo Mugi Harjono, kegiatan Sadranan ini diadakan setahun sekali setiap menjelang Ramadan. “Tujuannya satu, mengirim doa untuk kerabat yang telah meninggal dunia, kami melibatkan warga dari RT 1 sampai RT 11,” ujarnya.

Mugi mengungkapkan, Sadranan juga bukti warga masih melestarikan budaya yang telah berjalan sejak lama. “Ini juga untuk menjaga kerukunan antar warga, karena dilaksanakan bersama-sama,” ujarnya.

“Mengenai 1.000 tumpeng yang dibawa warga, selain untuk kerukunan juga bentuk syukur kepada Tuhan dan arak-arakan ini sebagai bentuk gotong-royong warga lingkungan Tegalrejo ini,” kata Mugi.

Dikatakan Mugi, kegiatan sandaran dengan tradisi Jawa ini dilaksanakan sejak empat tahun terakhir. “Sebelumnya, dilakukan dengan cara yang sederhana, yakni datang ke makam dan berdoa, serta dilanjutkan makan bersama,” ungkapnya.

Seorang warga Budiman, senang dengan acara Sadranan yang dilakukan dengan tradisi Jawa. “Istilahnya ya Sadranan ini menjadi bertambah sakral dan khusyuk, warga juga menjadi lebih semangat untuk mengikuti rangkaian acaranya. Semua bisa bersatu dan rukun,” ujarnya.

“Sadranan ini kan pengingat kepada leluhur dan kerabat yang telah meninggal, mengirim doa jelang Ramadan. Seluruh warga juga terlibat dan ini menjadi tradisi menarik,” kata Budiman.

Sementara Lurah Tegalrejo Ponco Margono Hasan mengatakan Sadranan merupakan tradisi tahunan sebelum memasuki Ramadan. “Acara ini dimaksudkan untuk birrul walidain.

Kepada para leluhur dan ajang silaturahmi antar para ahli waris yang sudah dimakamkan di Makam Shuufi. Semoga acara ini menjadikan tradisi yang positif dan dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang,” ujarnya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Polres Salatiga menggelar serah terima jabatan sejumlah pejabat di Pendopo Widya Qasana Tribrata, Jumat (23/10/2026). AKP Henri Widyoriani mendapat amanah sebagai Kasatres PPA dan PPO Polres Magelang Kota, sedangkan jabatan Kasat Resnarkoba Polres Salatiga diserahkan kepada AKP Joko Iskandar. Pergantian juga berlangsung pada jabatan Kasat Reskrim dari AKP Radytya Triatmaji Pramana kepada AKP Iwan Kristiana.
25 Tahun Bertugas di Polres Salatiga, AKP Henri Geser, Emban Amanah sebagai Kasatres PPA Polresta Magelang.
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
[pekok2]