URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, memadati kompleks Sendang Gambir pada Rabu, 30 Juli 2025 untuk mengikuti tradisi merti dusun sebagai puncak acara saparan, yang menjadi bentuk ungkapan syukur dan permohonan perlindungan kepada Tuhan. Kegiatan ini diprakarsai oleh panitia lokal bersama warga dan melibatkan para remaja yang menampilkan tarian setelah menjalani ritual membasuh tangan dengan air sendang

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Randuacir Gelar Tradisi Merti Dusun, Berharap Sendang Tetap Lestari

Warga Randuacir Gelar Tradisi Merti Dusun, Berharap Sendang Tetap Lestari

Warga Randuacir Gelar Tradisi Merti Dusun, Berharap Sendang Tetap Lestari

Suasana merti Dusun di Tetep Randuacir Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ratusan warga Tetep, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) tumpah ruah dalam tradisi merti dusun yang digelar di kompleks Sendang Gambir, Rabu (30/7/2025). Uniknya dalam tradisi itu diiringi dengan tarian-tarian yang dibawakan oleh para remaja dusun setempat. Sebelum menari, mereka melakukan ritual dengan membasuh tangan menggunakan air dari Sendang Gambir.

Panitia acara, Mahmud mengatakan, kegiatan tradisi ini merupakan pucak acara dari acara merti Dusun Tetep atau biasa disebut saparan. Tujuannya sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan meminta perlindungan dari berbagai macam bahaya.

“Kita sengaja pusatkan di sumber mata air Sendang Gambir, sebagai bentuk pelestarian. Sebab tempat ini dulunya merupakan sumber mata air yang telah digunakan oleh nenek moyang kita selama ratusan tahun,” terang Mahmud, Kamis (30/7/2025).

Pihaknya sengaja mengaja mengemas acara ini dengan tradisi jawa. Tujuannya agar menarik masyarakat, sekaligus mengajak anak-anak muda peduli dengan lingkungan. Salah satunya adalah merawat sumber mata air Sendang Gambir.

“Meskipun sekarang banyak yang sudah menggunakan air PDAM, tapi kita berharap Sendang Gambir ini tetap lestari. Sebab meskipun kecik tapi sumber dari Sendang ini tidak pernah surut dan merupakan peninggalan nenek moyang,” ungkap Mahmud.

Salah seorang warga Andini mengaku setiap tahunnya selalu menunggu acara merti dusun ini. Menurutnya, dengan acara merti dusun ini sebagai bentuk memupuk kerukunan antar warga. Dari beberapa acara merti dusun, Andini selalu menyempatkan diri untuk ikut berebut gunungan makanan.

“Kalau dapat gunungan makanan ini, kepercayaan kita bisa membawa berkah. Jadi setiap tahun kita selalu ikut berebut gunungan. Walaupun berdesak-desakan banyak orang,” kata Andini.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyambut baik acara yang digelar oleh warga Dusun Tetep ini. Dia meminta agar acara kebudayaan semacam itu terus dilestarikan.

“Terlebih untuk para pemuda harus kita libatkan agar mereka mencintai dan melestarikan budaya,” terang Robby.

Mahmud saat diwawancara Wartawan

BACA JUGA :

Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Ribuan warga memadati tradisi Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Sabtu (18/7/2026). Masyarakat mengarak gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur atas panen raya yang melimpah sekaligus melestarikan budaya Jawa. Tradisi tahunan bertema Ketahanan Pangan itu diakhiri dengan perebutan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama dan diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata budaya
Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026
Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggelar Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Warga mengadakan kirab budaya, penyalaan obor, larung sesaji, dan pentas Reog Ponorogo sebagai ungkapan syukur atas rezeki serta keselamatan, sekaligus melestarikan tradisi bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan di Rawa Pening.
Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur
Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga