URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SMP Negeri 2 Tengaran meraih juara ke 2 dalam ajang Unnes Green School Rangking atau UGSR yang diselenggarakan oleh Unnes diakhir tahun 2021, SMPN 2 Tengaran (Griduta) sendiri mengikuti lomba ini bersama 56 sekolah lain sejawa Tengah

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tutup Akhir Tahun 2021, SMPN 2 Tengaran Juara Lomba UGSR

Tutup Akhir Tahun 2021, SMPN 2 Tengaran Juara Lomba UGSR

Tutup Akhir Tahun 2021, SMPN 2 Tengaran Juara Lomba UGSR

featured-img

Setelah melalui penilaian yang cukup ketat akhirnya SMP Negeri 2 Tengaran meraih juara ke 2 dalam ajang Unnes Green School Rangking atau UGSR yang diselenggarakan oleh Unnes diakhir tahun 2021, SMPN 2 Tengaran (Griduta) sendiri mengikuti lomba ini bersama 56 sekolah lain sejawa Tengah, baik SMP, SMA maupun SMK.

Dalam wawancara khusus kepada rasikafm.com kepala SMPN 2 Tengaran Waluya S.Pd, M.Pd mengatakan jika kemenangan ini merupakan kemenangan Bersama, sekaligus kado indah menutup tahun 2021 , apalagi sebelumnya selama 2 bulan pihaknya sibuk mempersiapkan materi penilaian dengan mengandalkan 6 kriteria GSR, diantaranya komponen tapak dan infrastruktur, Energi dan perubahan iklim, penggelolaan Sampah, Air, Sistem Transportasi serta Pendidikan dan Kegiatan pendukungnya.

“dengan hasil lomba kali ini sekaligus melengkapi kemenanggan SMPN 2 dalam bidang sekolah sehat dan berkarakter tingkat nasional, penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi dan sekolah literasi digital” ujarnya

Menurut Waluya dengan mendapat penghargaan UGSR ini semakin menunjukkan eksistensi SMPN 2 Tengaran menjadi sekolah Taman siswa betul betul terwujud “kami sengaja merancang membuat sekolah hijau layaknya tempat taman yang indah dan rindang sehingga anak-anak merasa nyaman saat berada didalam lingkungan sekolah, dengan menyediakan tempat duduk serta lukisan dan poster yang yang mendukung sekolah berwawasan lingkungan” tambah kepala sekolah yang beken dengan panggilan Waluya Taruna Utama ini

Waluyo saat menyampaikan pidato kemenanggan

Sementara itu guna mendukung Green School dalam rangka mengurangi polusi, maka kini setiap tanggal 22 setiap bulannya, sekolah mewajibkan naik sepeda atau jalan kaki saat ke SMPN 2 Tengaran.

Seperti diketahui dalam rangka menjaga bumi agar tetap lestari, Universitas Negeri Semarang merumuskan visi menjadi Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional. Unnes bertanggung jawab secara moral dalam menginternalisasikan nilai-nilai konservasi dalam tri dharma perguruan tinggi. Salah satu bentuk penerapannya adalah dengan mendorong mitra strategis Unnes untuk bersama-sama berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan yaitu sekolah-sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia, pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Unnes mengajak sekolah untuk bersama-sama mewujudkan semangat konservasi dalam pendidikan. Sebagai langkah nyata untuk mewujudkannya, maka Unnes melalui UPT Pengembangan Konservasi mengembangkan sebuah program bernama Unnes Green School Ranking yaitu program pemeringkatan sekolah hijau se-Indonesia. Melalui program ini, kampus mengajak sekolah untuk melakukan evaluasi seberapa jauh implementasi sekolah hijau dijalankan di pihak sekolah.

Ditahun 2021 kali ini ada 57 Sekolah yang maju dalam lomba UGSR. Hal ini dalam rangka Memberikan pemeringkatan terhadap sekolah-sekolah yang memiliki partisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan, guna pelestarian lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon