URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Untuk memeriahkan Hari Jadi ke-1275 Kota Salatiga, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menggelar Kontes Hewan Kesayangan dan Ternak di Puskeswan dan RPH Kota Salatiga selama dua hari, yakni pada 16–17 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh peternak lokal, komunitas pecinta hewan, dan masyarakat umum dari Kota Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Unik! Kontes Hewan Kesayangan & Ternak, Ajang Silaturahmi Pecinta Hewan Salatiga

Unik! Kontes Hewan Kesayangan & Ternak, Ajang Silaturahmi Pecinta Hewan Salatiga

Unik! Kontes Hewan Kesayangan & Ternak, Ajang Silaturahmi Pecinta Hewan Salatiga

Salah seorang Peternak saat memperlihatkan hewan yang dilombakan

Foto dok IST

Salah seorang Peternak saat memperlihatkan hewan yang dilombakan
Featured Image

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-1275 Kota Salatiga, Dinas Pangan dan Pertanian menyelenggarakan Kontes Hewan Kesayangan dan Ternak di Puskeswan dan RPH Kota Salatiga. Ajang tersebut dilaksanakan selama 2 hari yakni pada tanggal 16-17 Juli 2025 sebagai ajang meningkatkan motivasi peternak dan pemilik hewan kesayangan dalam menghasilkan hewan yang unggul, sehat, bernilai ekonomi maupun estetika tinggi.

Kegiatan ini juga mendorong peningkatan kesadaran terhadap kesejahteraan hewan, peningkatan mutu genetik dan pengembangan peternakan berkelanjutan. Pada kontes ini, terdapat beberapa kategori yang dilombakan yakni Fashion Show Hewan Kesayangan Anjing dan Kucing, Kontes Kambing Peranakan Etawa (PE) kategori Pejantan dan Calon Pejantan, serta Kontes Sapi Perah Friesian Holstein (FH) kategori Sapi Laktasi dan Sapi Dara.

Kota Salatiga memiliki potensi sektor peternakan yang menjanjikan. Berdasaran survei dari BPS Kota Salatiga, tercatat populasi ternak sapi perah sejumlah 3.024 ekor, kambing Peranakan Etawa (PE) sejumlah 481 ekor, anjing 351 ekor, serta kucing 1.063 ekor. Hal ini tentunya akan terus berkembang seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap hewan peliharaan.

Henny Mulyani, Kepala Dispangtan bahwa peserta yang mengikuti kontes ini berasal dari peternak lokal, komunitas pecinta hewan dan masyarakat umum se Kota Salatiga dengan rincian kambing PE Pejantan sejumlah 16 peserta, Kambing PE Calon Penjantan sejumlah 26 peserta, Anjing ada 8 peserta, Kucing ada 12 peserta, Sapi FH Dara sejumlah 30 peserta, dan Sapi FH Laktasi ada 16 peserta. Pada masing-masing kategori akan dipilih 3 pemenang dan 1juara favorit untuk kategori hewan ternak sapi yang akan memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah.

Beliau menegaskan bahwa kontes hewan kesayangan anjing dan kucing serta kontes kambing kali ini perdana diselenggarakan oleh Dispangtan untuk mengakomidir keinginan komunitas penyayang anjing dan kucing. “Kambing PE ini dulu pernah kita bantu di tahun 2023 jadi kita selain memonitoring juga melakukan evaluasi. Melalui kontes ini kita akan lihat kesungguhan dari para peternak kita dalam mengembangkan apa yang sudah dibantu oleh pemerintah”, imbuhnya.

Martini selaku Staf Ahli Wali Kota Bagian Kesejahteraan Rakyat hadir untuk mewakili sekaligus menyampaikan sambutan dari Wali Kota Salatiga. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa melalui kontes ini agar dapat menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan bertukar pikiran dengan sesama pecinta hewan peliharaan atau kelompok tani. Juga saling menginspirasi untuk menjadikan hewan-hewan ini bukan hanya sebagai aset, tetapi sahabat yang dirawat dengan tanggung jawab dan penuh cinta.

Kepala Dispangtan Kota Salatiga Henni Mulyani

BACA JUGA :

Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah lebih maju dalam membangun kesadaran hak asasi manusia melalui dunia pendidikan.
Menteri HAM Apresiasi Inisiatif UKSW Salatiga Gelar Festival
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang diduga akibat lalu lalang truk tambang bermuatan berlebih. Warga meminta perbaikan jalan segera direalisasikan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna.
Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Seorang jamaah haji asal Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Mustofa Ismail (67), menunaikan nazarnya dengan berjalan kaki sejauh sekitar 34 kilometer dari Asrama Haji Donohudan menuju...
Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana
Sempat Blokade Perbatasan Ungaran-Semarang, Empat Kreak Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi
Polres Semarang menetapkan empat tersangka terkait aksi konvoi dan show of force menggunakan senjata tajam yang sempat meresahkan warga di Kabupaten Semarang. Para pelaku diduga berasal dari sejumlah geng...
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah lebih maju dalam membangun kesadaran hak asasi manusia melalui dunia pendidikan.
Menteri HAM Apresiasi Inisiatif UKSW Salatiga Gelar Festival
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah...
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang diduga akibat lalu lalang truk tambang bermuatan berlebih. Warga meminta perbaikan jalan segera direalisasikan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna.
Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang...
12 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–08.00 dan 14.00–16
12 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–08.00 dan 14.00–16.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026 pada pagi serta siang hingga sore hari dengan tinggi muka air...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot