KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Usai Hadiri Perayaan HUT Bhayangkara Di Akpol, Jokowi Bagikan Bansos Di Pasar Peterongan Semarang

Usai Hadiri Perayaan HUT Bhayangkara Di Akpol, Jokowi Bagikan Bansos Di Pasar Peterongan Semarang

Usai Hadiri Perayaan HUT Bhayangkara Di Akpol, Jokowi Bagikan Bansos Di Pasar Peterongan Semarang

Pedagang Pasar Peterongan Semarang mendapatkan bansos dari Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo berupa sembako dan sejumlah uang.

SEMARANG – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo membagikan bantuan sosial (bansos) kepada para pedagang yang berada di Pasar Peterongan Jalan MT. Haryono Kota Semarang.

Kegiatan itu dilakukan setelah orang nomor satu Indonesia tersebut memimpin perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76 di Akademi Kepolisian (Akpol), Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang pada Selasa (5/7/2022).

Para pedagang mengaku merasa sangat terbantu dengan Bansos yang diberikan oleh Presiden. Salah satu pedagang Waginten (67) merasa sangat bersyukur atas bantuan yang didapatkan berupa penyerahan modal kerja untuk Pedagang kaki Lima (PKL).

Perempuan yang sudah berjualan hampir 42 tahun itu menjelaskan isi bantuan sosial yang diberikan berupa minyak goreng, beras, teh, gula pasir dan uang tunai sejumlah Rp. 1,2 juta.

“Terimakasih sekali, merasa sangat terbantu dan senang sekali. Dapat sembako dan amplop uang dikasih 1,2 juta. Penting sembakonya, kan minyak masih mahal,” ujar kepada awak media.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Anna Wiwik (50) yang juga mendapatkan bantuan dari Presiden Jokowi. Dia mengatakan merasa sangat terbantu, karena sebelumnya dirinya sempat merasakan kesulitan karena dagangannya sepi pengunjung.

“Kemarin itu jualan agak sendat dan ada yang busuk. Ini dapet ganti dari pak jokowi, sangat senang,” paparnya.

Dalam kunjungan Presiden ke Pasar Peterongan kota Semarang, rombongan Presiden juga sempat memberikan bantuan secara langsung berupa uang tunai sejumlah Rp. 200 ribu kepada para pedagang lansia.

“Alhamdhulilah dapet berkah. Tadi dikasih amplop 200 ribu salaman pak Jokowi tapi tidak semua pedagang rata-rata lansia,” imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]