URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melepas calon jamaah haji pegawai ASN Pemerintah Kota Semarang setelah pandemi Covid-19. Wali kota memastikan bahwa keberangkatan pegawai ASN tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wali Kota Semarang Melepas Jamaah Haji Pegawai ASN

Wali Kota Semarang Melepas Jamaah Haji Pegawai ASN

Wali Kota Semarang Melepas Jamaah Haji Pegawai ASN

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, melepas calon jamaah haji pegawai ASN Pemerintah Kota Semarang di Ruang Loka Krida Gedung Moch Ikhsan lantai 8, Kompleks Balai Kota Semarang, Rabu (24/5/2023).
featured-img

Semarang – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, melepas calon jamaah haji pegawai ASN Pemerintah Kota Semarang di Ruang Loka Krida Gedung Moch Ikhsan lantai 8, Kompleks Balai Kota Semarang, Rabu (24/5/2023). Ini menjadi tahun kedua keberangkatan haji kembali dibuka pasca pandemi Covid-19.

“Iya hari ini saya melepas teman-teman ASN Kota Semarang yang haji ada 69 orang. Tadi saya tanya ada yang masa tunggunya 12 tahun, 11 tahun, dan yang yang paling agak tidak lama itu 10 tahun,” tutur Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Wali kota perempuan pertama di ibu kota Jawa Tengah tersebut turut senang atas keberangkatan jajarannya dalam menunaikan rukun Islam yang kelima. Menurutnya ini sudah menjadi panggilan dari Allah Subhanahu Wa ta’ala dan dirinya menjamin absennya ASN yang berhaji tidak akan mengganggu jalannya pelayanan kepada masyarakat.

“Ada yang berangkat besok pagi-pagi, ada yang Jumat, ada yang Sabtu. Perkiraan pulang ini ya antara tanggal 7, 8, 9 Juli. Total 45 hari. Tentu kita juga berharap mereka bisa pulang kembali ke tanah air dengan lancar dan selama di Mekkah bisa mendoakan untuk (kebaikan) Kota Semarang dan masyarakat luas,” imbuh Mbak Ita.

Sementara itu, dalam acara yang sama, Mbak Ita juga melakukan penyerahan SK Pensiun TMT 1 Juli sampai dengan 1 Agustus 2023 PNS di lingkungan Pemkot Semarang. Meski hal ini membuat banyak posisi jabatan pada unsur pimpinan mengalami kekosongan, Mbak Ita tidak ingin gegabah dan asal menunjuk pengganti.

“Eselon 2 banyak yang kosong. Tapi assessment dan open bidding kan tidak bisa prosesnya seketika. Jadi kita kumpulkan dulu kader-kader (potensial). Sementara kita tempatkan personel atau teman-teman yang ada (untuk membantu) sebagai pelaksana tugas. Kalau kami prinsipnya harus the right man in the right place,” tandas Mbak Ita.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan