Saat itu, DA belum terpikir uangnya sekira Rp 166 juta akan hilang dibawa kabur bandar. Karena selama dua bulan menjadi reseller setiap jadwal pengundian selalu tepat waktu sampai kemudian pertengahan Agustus banyak korban penipuan arisan online AP viral di media sosial.
Ia menyatakan, dalam operasinya bandar arisan akan mengembalikan uang reseller beserta bunga setelah jadwal pengundian. Sedangkan, uang hasil penjualan slot yang dibeli reseller harus ditransfer ke rekening bandar.
“Jadi semua uang setoran reseller membeli slot arisan dan reseller menjual kembali ke orang lain itu ditranfer ke bandar. Nanti, pada jadwal pencairan dengan nilai keuntungan yang dijanjikan bandar yang sesuaikan,” ujarnya
selama hampir tiga bulan menjadi reseller DA telah memiliki 25 member. Karena bandar tiba-tiba menghilang dia harus mengganti uang para member dengan rata-rata kerugian berkisar Rp 6-7 juta.
Padahal lanjutnya, dirinya sendiri juga merupakan korban penipuan arisan online. Karena itu dia berharap para membernya dapat memberi pengertian dan bersedia melapor ke pihak berwajib.
“Yang jelas saya mengusahakan untuk para member uangnya kembali. Saya tidak tahu pasti siapa bandarnya karena orang diduga kaki tangan AP ini juga mengaku sebatas reseller,” jelasnya
DA menduga kuat AP yang kabur adalah bandar atau pemilik arisan online. Pasalnya, dari pengalamannya ketika hendak meminta tanda tangan bukti kepesertaan arisan harus bersedia membayar Rp 100 juta. (rief)