URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam Pelantikan dan Pengangkatan Sumpah/Janji Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah yang berlangsung di Gedung Setda Salatiga pada Kamis (28/11/2024), Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menyampaikan harapan agar guru dan kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai agen pembelajaran, tetapi juga sebagai agen peradaban.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Yasip Khasani Harapkan Guru Bisa Jadi Agen Peradaban

Yasip Khasani Harapkan Guru Bisa Jadi Agen Peradaban

Yasip Khasani Harapkan Guru Bisa Jadi Agen Peradaban

Dalam Pelantikan dan Pengangkatan Sumpah/Janji Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah yang berlangsung di Gedung Setda Salatiga pada Kamis (28/11/2024), Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menyampaikan harapan agar guru dan kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai agen pembelajaran, tetapi juga sebagai agen peradaban.
Foto dok IST
Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani berikan sambutan dalam Pelantikan dan Pengangkatan Sumpah/Janji Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah,
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Harapan itu disampaikan oleh Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani saat memberikan sambutan dalam Pelantikan dan Pengangkatan Sumpah/Janji Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, Kamis(28/11/2024).
Menurutnya di era masa kini, guru dan kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai agen pembelajaran, tetapi juga agen peradaban.

Yasip mengatakan, para guru sebaiknya tidak hanya fokus pada pembelajaran secara akademik. Akan tetapi, mereka juga harus turut mengambil peran dalam mewujudkan sekolah ramah anak yang aman dan anti-bullying.

“Sebagai agen peradaban, maka yang harus kita lakukan adalah terkait dengan pendidikan akhlak. Selain itu, juga mengakomodir tumbuh kembang anak secara fisik maupun psikis,” ucapnya saat menghadiri pelantikan di Gedung Setda Salatiga.

Pada kesempatan itu, Yasip melantik sebanyak 10 Kepala Sekolah Dasar. Selain itu, ia juga melantik 6 Pengawas Sekolah yang terdiri dari 2 Pengawas TK, 3 Pengawas SD, dan 1 Pengawas SMP.

“Untuk pertama kalinya, pelantikan dilaksanakan dengan mengenakan pakaian formal Pakaian Sipil Lengkap(PSL) dan tidak mengenakan batik. Agar setiap pejabat yang dilantik memiliki sense of belonging terhadap jabatan yang diembannya,” ucap Yasip.

BACA JUGA :

Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved