URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah, 1200 pelajar terpilih dari 30 SMP dan 30 SMA di Kabupaten Semarang menjalani pelatihan sebagai polisi sekolah. Pelajar diberikan materi tentang tugas kepolisian, bahaya narkoba, kejahatan siber, dan nilai kejuangan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

1.200 Pelajar di Kabupaten Semarang Dikukuhkan Sebagai Polisi Sekolah, Ini Tugas Mereka

1.200 Pelajar di Kabupaten Semarang Dikukuhkan Sebagai Polisi Sekolah, Ini Tugas Mereka

1.200 Pelajar di Kabupaten Semarang Dikukuhkan Sebagai Polisi Sekolah, Ini Tugas Mereka

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Sebanyak 1.200 pelajar mulai tingkat SMP hingga SMA sederajat se-Kabupaten Semarang mengikuti pelatihan sebagai polisi sekolah, Rabu (2/8/2023). Bertempat di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang mereka yang terpilih untuk mewakili sekolahnya masing-masing diberikan materi tentang tugas-tugas kepolisian dan nilai kejuangan oleh personel Polres Semarang, Kodim 0714/ Salatiga dan jajaran Pemkab Semarang.

Diterangkan oleh Kapolres Semarang AKBP Ahmad Oka Mahendra, mereka yang dikukuhkan polisi sekolah kali ini berasal dari 30 SMP dan 30 SMA sederajat yang ada di Kabupaten Semarang. Tujuannya agar pelajar sedari dini mulai ditanamkan kedisiplinan, ikut serta tugas pemolisian di sekolah untuk membantu guru menjaga keamanan dan ketertiban sekolah.

“Pagi sebelum masuk sekolah mereka akan memeriksa kerapian siswa, mengatur lalu lintas, termasuk membantu menyeberangkan siswa dan guru yang hendak masuk lingkungan sekolah,” ujar Oka.

Teknik pelatihannya, kata Oka, mereka akan diberikan pembekalan berupa materi yang berkaitan dengan tugas kepolisian yang ada di lingkungan sekolah. Seperti sosialisasi bahaya narkoba, kejahatan siber, dan nilai kejuangan.

“Setelah selesai, kita kukuhkan sebagai polisi sekolah,” ungkapnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang turut hadir dan membuka kegiatan tersebut menerangkan, saat ini banyak fenomena negatif yang terjadi di lingkungan sekolah. Antara lain kenakalan remaja, hingga tindak kriminal seperti kekerasan, perundungan, tawuran, bahkan narkoba.

“Dalam rangka antisipasi hal itu, Polres Semarang bersama perangkat daerah membentuk organisasi di kalangan pelajar SMP dan SMA yang dinamakan polisi sekolah. Tujuannya antara lain membantu guru menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban sekolah, melatih siswa bermental disiplin tanggung jawab dan mandiri, mencegah kenakalan, dan edukasi penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Sementara Kasatlantas Polres Semarang AKP Dwi Himawan Chandra mengungkapkan polisi sekolah juga bertugas sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas bagi sesama kalangan pelajar. Selain itu, mereka juga bertugas mendeteksi dini terkait pelanggaran atau kenakalan yang akhir-akhir ini terjadi di kalangan pelajar.

“Termasuk bagaimana cara bertindak dalam penanganan pertama gawat darurat (PPGD) bila terjadi kecelakaan lalu lintas dan menekan aksi balap liar yang marak dilakukan remaja usia sekolah,” paparnya. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved