URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejumlah orang tua atlet mempertanyakan mekanisme penerimaan Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMAN 3 Salatiga setelah beberapa siswa berprestasi tingkat kota dan provinsi tidak lolos seleksi pada penerimaan tahun ajaran 2026. Mereka meminta transparansi nilai dan komponen penilaian, sementara pihak sekolah menegaskan proses seleksi telah dilaksanakan sesuai regulasi dan formula penilaian yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga

Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga

Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga

Ketua KONI Salatiga, Agus Purwanto (Foto dok IST)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sejumlah orang tua mempertanyakan mekanisme penerimaan siswa untuk kelas khusus olahraga (KKO) di SMAN 3 di Salatiga. Pasalnya, anak mereka yang memiliki prestasi hingga propinsi, malah gagal lolos.

“Anak saya mendapatkan juara popda kota, bahkan di Kejurprov berhasil meraih juara. Di seleksi juga infonya bagus, namun ternyata saat diumumkan, ternyata tidak masuk,” ujar WLC, salah satu orang tua atlet melalui siaran persnya.

Meski sudah tidak berharap diterima, ia menyarankan agar ada kejelasan nilai dan komposisi yang menjadi pertimbangan. Jadi orang tua bisa melihat hal yang belum masuk standar penerimaan.

Terpisah, ketua KONI Salatiga Agus Purwanto menyebut harapan senada. Ia berharap ada transparansi dalam penilaian penerimaan KKO.

KONI sebagai induk pembinaan olahraga seringkali menjadi tempat para atlet untuk bertanya. “Kita memang diminta untuk melakukan tes kecakapan atlet. Tetapi hasilnya dipakai atau penilaian seperti apa kita tidak tahu,” Ujarnya saat ditemui wartawan.

Menanggapi hal tersebut, plt kepala SMAN 3 Supriyanto menjelaskan jika semua sudah sesuai regulasi dari propinsi. Ia menyatakan bahwa ada beberapa komponen penilaian. Seperti hasil tes kemampuan akademik, rapor, hingga prestasi siswa. Baik yang berjenjang atau tidak berjenjang.

“Kami ada regulasi dan rumus penghitungan dari propinsi dan menjalankan sesuai itu,” jelas Supriyanto. Berkait KONI, ia hanya menyebut jika pihaknya meminta bantuan untuk melakukan tes meski tidak ada kewajiban untuk menggandeng KONI.

BACA JUGA :

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Mahasiswa Kimia dan Biologi UKSW Lolos ONMIPA-PT Nasional
Mahasiswa Kimia dan Biologi UKSW Lolos ONMIPA-PT Nasional
LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah membuka Seleksi Nasional Magang Jepang di SMK Ma’arif NU 1 Sumpiuh Banyumas pada 8–12 Juni 2026. Program kerja sama dengan IM Japan tersebut diikuti ratusan peserta sebagai upaya meningkatkan kompetensi, membuka peluang kerja internasional, sekaligus membentuk tenaga kerja berkarakter dan berdaya saing global.
LP Ma’arif NU Jateng Gelar Seleksi Nasional Magang Jepang, Buka Peluang Karier Global bagi Generasi Muda
Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, Kabupaten Semarang, melepas 341 lulusan Madrasah Aliyah pada Sabtu (6/6/2026). Mayoritas santri meraih predikat mumtaz dan puluhan di antaranya menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Dari sekitar 1.600 pendaftar tahun ajaran baru, pesantren hanya menerima sekitar 550 calon santri sebagai upaya menjaga kualitas pendidikan akademik dan keislaman.
Ribuan Mendaftar, Hanya Sepertiga Diterima: Al Irsyad Tengaran Komit Cetak Santri Berprestasi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu (3/6/2026). Banyak calon murid mendatangi SMP Negeri 2 Ungaran untuk memastikan proses seleksi, sementara pihak sekolah menyebut verifikasi dilakukan bertahap akibat tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya kesalahan administrasi.
Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah