URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Serangan hama tikus menyebabkan petani di Desa Tegalwaton, Tengaran, gagal panen selama empat musim hingga dua tahun, Sabtu (4/4/2026), akibat ledakan populasi tikus karena rusaknya ekosistem, ditangani dengan gropyokan massal, pemasangan perangkap, serta penggunaan asap belerang untuk membasmi hama.

Mbak Google

KABAR RASIKA

4 kali Gagal Panen, Petani di Tegalwaton Tengaran Gelar Gropyokan Tikus

4 kali Gagal Panen, Petani di Tegalwaton Tengaran Gelar Gropyokan Tikus

4 kali Gagal Panen, Petani di Tegalwaton Tengaran Gelar Gropyokan Tikus

Petani pembasmi tikus mendapatkan hadiah dari panitya Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Akibat serangan hama tikus, rarusan petani di desa tegalwaton kecamatan Tengaran, Gagal panen. Tercatat sudah empat kali musim panen, atau selama dua tahun petani mengalami nasip apes.

Ratusan hektare sawah diserang hama tikus. Guna mencegah kerugian lebih banyak, Pemerintah Desa Tegalwaton menggelar gropyokan tikus atau tangkap tikus massal melibatkan ratusan petani setempat Sabtu (4.4.2026)

Kepala Desa Tegalwaton, Tri Wuryanto mengatakan, Gropyokan tikus menjadi langkah membasmi hama tikus di wilayah Tegalwaton. Gropyokan ini dilakukan dengan memasukkan semacam mercon asap belerang ke lubang-lubang tikus di area persawahan. Kemudian, lubang tersebut digali dengan cangkul. Saat tikus keluar, petani langsung menangkapnya. Dari aksi groboyokan ini, ratusan tikus berhasil dibasmi.

“Kegiatan grobyokan tikus ini, kami membuat alat manual, seperti mercon asap, beras semprot. Harapannya ini ada manfaatnya untuk membasmi tikus di area sini,” tutur Tri kepada rasikafm.com.
Tri menambahkan Desa Tegalwaton melakukan berbagi langkah guna membasmi hama tersebut, yakni dengan memasang perangkap tikus dan racun tikus.

Diakuinnya, keberadaan tikus di area persawahan Tegalwaton sangat meresahkan petani. Pasalnya, sudah empat kali musim panen, petani tidak mendapatkan hasil sama sekali.

“Kami berusaha bagaimana caranya mengatasi hama. Karena beberapa ratus hektare gagal panennya 100 persen. Saya punya bengkok jabatan kades, empat kali panen nggak ada hasilnya,” ungkapnya.

Senada Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Edy Sukarno mengatakan, serangan hama tikus menjadi langganan bagi petani di Kabupaten Semarang. Dari luas 19.500 hektare lahan sawah di Kabupaten Semarang, sekira 750 hektare sawah terserang hama tikus setiap tahun.

Endemik tikus biasanya muncul pada Maret – April. Wilayah yang paling banyak diserang hama tikus yakni di persawahan Rawa Pening. Selain itu, di wilayah Tegalwaton juga gagal panen akibat serangan tikus.

Edy mengungkapkan, banyaknya hama tikus ini menjadi tanda kerusakan ekosistem. Misalnya, burung hantu, ular sawah, dan burung elang kini semakin sulit ditemukan. Padahal, hewan-hewan tersebut merupakan predator tikus. Oleh karena itu, langkah yang mendesak dilakukan yaitu menjaga dan mengembalikan ekosistem lingkungan.

Tri Wuryanto Kades Tegalwaton berikan keterangan media

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan