KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

4 kali Gagal Panen, Petani di Tegalwaton Tengaran Gelar Gropyokan Tikus

4 kali Gagal Panen, Petani di Tegalwaton Tengaran Gelar Gropyokan Tikus

4 kali Gagal Panen, Petani di Tegalwaton Tengaran Gelar Gropyokan Tikus

Petani pembasmi tikus mendapatkan hadiah dari panitya Foto dok IST

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Akibat serangan hama tikus, rarusan petani di desa tegalwaton kecamatan Tengaran, Gagal panen. Tercatat sudah empat kali musim panen, atau selama dua tahun petani mengalami nasip apes.

Ratusan hektare sawah diserang hama tikus. Guna mencegah kerugian lebih banyak, Pemerintah Desa Tegalwaton menggelar gropyokan tikus atau tangkap tikus massal melibatkan ratusan petani setempat Sabtu (4.4.2026)

Kepala Desa Tegalwaton, Tri Wuryanto mengatakan, Gropyokan tikus menjadi langkah membasmi hama tikus di wilayah Tegalwaton. Gropyokan ini dilakukan dengan memasukkan semacam mercon asap belerang ke lubang-lubang tikus di area persawahan. Kemudian, lubang tersebut digali dengan cangkul. Saat tikus keluar, petani langsung menangkapnya. Dari aksi groboyokan ini, ratusan tikus berhasil dibasmi.

“Kegiatan grobyokan tikus ini, kami membuat alat manual, seperti mercon asap, beras semprot. Harapannya ini ada manfaatnya untuk membasmi tikus di area sini,” tutur Tri kepada rasikafm.com.
Tri menambahkan Desa Tegalwaton melakukan berbagi langkah guna membasmi hama tersebut, yakni dengan memasang perangkap tikus dan racun tikus.

Diakuinnya, keberadaan tikus di area persawahan Tegalwaton sangat meresahkan petani. Pasalnya, sudah empat kali musim panen, petani tidak mendapatkan hasil sama sekali.

“Kami berusaha bagaimana caranya mengatasi hama. Karena beberapa ratus hektare gagal panennya 100 persen. Saya punya bengkok jabatan kades, empat kali panen nggak ada hasilnya,” ungkapnya.

Senada Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Edy Sukarno mengatakan, serangan hama tikus menjadi langganan bagi petani di Kabupaten Semarang. Dari luas 19.500 hektare lahan sawah di Kabupaten Semarang, sekira 750 hektare sawah terserang hama tikus setiap tahun.

Endemik tikus biasanya muncul pada Maret – April. Wilayah yang paling banyak diserang hama tikus yakni di persawahan Rawa Pening. Selain itu, di wilayah Tegalwaton juga gagal panen akibat serangan tikus.

Edy mengungkapkan, banyaknya hama tikus ini menjadi tanda kerusakan ekosistem. Misalnya, burung hantu, ular sawah, dan burung elang kini semakin sulit ditemukan. Padahal, hewan-hewan tersebut merupakan predator tikus. Oleh karena itu, langkah yang mendesak dilakukan yaitu menjaga dan mengembalikan ekosistem lingkungan.

Tri Wuryanto Kades Tegalwaton berikan keterangan media

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]