KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

53 Kelompok Meriahkan Kirab Budaya HUT Ke-503 Kabupaten Semarang

53 Kelompok Meriahkan Kirab Budaya HUT Ke-503 Kabupaten Semarang

53 Kelompok Meriahkan Kirab Budaya HUT Ke-503 Kabupaten Semarang

Tak kurang dari 53 kelompok turut berpartisipasi dalam kirab budaya peringatan hari jadi Ke-503 Kabupaten Semarang tahun 2024, Minggu (28/4/2024). Mengambil rute sepanjang 3 kilometer dari jalan Ahmad Yani – Jalan Letjen Soprapto – Jl MT Haryono dan kembali melewati Jl Ahmad Yani di depan Rumah Dinas Bupati Semarang, peserta menampilkan kebolehannya.
Foto: Diskominfo Kab. Semarang
Bupati Semarang Ngesti Nugraha ikut menari bersama kelompok seni dalam kirab budaya peringatan hari jadi ke-503 Kabupaten Semarang, Minggu (28/4/2024).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tak kurang dari 53 kelompok turut berpartisipasi dalam kirab budaya peringatan hari jadi Ke-503 Kabupaten Semarang tahun 2024, Minggu (28/4/2024). Mengambil rute sepanjang 3 kilometer mulai dari jalan Ahmad Yani – Jalan Letjen Soprapto – Jl MT Haryono dan kembali melewati Jl Ahmad Yani di depan Rumah Dinas Bupati Semarang, mereka menampilkan kebolehannya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Wakil Bupati Basari turut menyemarakkan kirab dengan menaiki kereta kuda memimpin arak-arakan. Ikut serta Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra, Kajari Ambarawa Raden Roro Theresia Tri Widorini dan anggota Forkompimda lainnya. Selain itu juga Sekda Djarot Supriyoto serta pimpinan OPD. Mereka ikut menaiki kereta kuda dan berjalan beriringan.

Selain pasukan pembawa bendera merah putih, juga ikut diarak beberapa pusaka berupa keris dan tombak peninggalan leluhur Kabupaten Semarang. Ada pula pasukan Bregada Patang Puluhan dari Kecamatan Banyubiru yang mengawal. Juga ada gunungan besar berisi hasil bumi yang menggambarkan kesuburan dan kemakmuran Kabupaten Semarang.

Ngesti berharap pelaksanaan kirab budaya ini dapat melestarikan seni budaya secara bersama-sama. Pada tahun 2024 ini, Pemkab Semarang menganggarkan dana tidak kurang dari Rp12 miliar untuk membantu mengembangkan kesenian tradisional. Selain dana hibah untuk seribu kelompok kesenian, juga diberikan bantuan pentas aneka kesenian.

“Ini harus terus Kita lestarikan sebagai upaya mempersatukan anak-anak bangsa. Seni budaya jangan sampai luntur karena pengaruh kesenian dari luar negeri,” ungkapnya.

Sepanjang rute kirab, Bupati dan Wakil Bupati menyapa dan menyalami ratusan warga yang menyambut dengan antusias. Tak hanya itu, Bupati juga tak canggung menyempatkan menari bersama salah satu kelompok kesenian. (Diskominfo Kab. Semarang/win)

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.
Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer
[pekok2]