URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan siswa SMP Negeri 2 Salatiga bersama 9 siswa dan 4 guru dari Global Vision Christian School Korea Selatan mengikuti program pertukaran pelajar di Salatiga yang berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini digelar di Kampung Telo, Argotelo, Salatiga mulai Selasa, 15 April 2025, sebagai upaya memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya melalui gastronomi lokal berbahan dasar ketela.

Mbak Google

KABAR RASIKA

9 Siswa Korea Selatan Kunjungi Salatiga, Belajar Tanam Singkong

9 Siswa Korea Selatan Kunjungi Salatiga, Belajar Tanam Singkong

9 Siswa Korea Selatan Kunjungi Salatiga, Belajar Tanam Singkong

Puluhan siswa SMP Negeri 2 Salatiga bersama 9 siswa dan 4 guru dari Global Vision Christian School Korea Selatan mengikuti program pertukaran pelajar di Salatiga yang berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini digelar di Kampung Telo, Argotelo, Salatiga mulai Selasa, 15 April 2025, sebagai upaya memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya melalui gastronomi lokal berbahan dasar ketela.
Foto Arief Rasika
Siswa asal Korea dan siswa dari SMP 2 Salatiga saat belajar menanam singkong
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Puluhan siswa SMP Negeri 2 Salatiga dan 9 siswa dari Global Vision Christian School Korea Selatan yang terdiri dari 6 perempuan dan 3 laki-laki, bersama 4 guru mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange) yang dikemas penuh budaya dan keunikan khas Salatiga.

Dalam program yang digelar selama empat hari ini, siswa-siswi dari Negeri Ginseng diajak menyelami gastronomi lokal, khususnya yang berbasis ketela atau singkong, bahan pangan yang punya filosofi mendalam di budaya Indonesia.

Kepada rasikafm.com Kepala SMPN 2 Salatiga, Mudjiati, mengungkapkan bahwa siswa-siswi Korea dikenalkan berbagai jenis makanan tradisional khas Salatiga berbahan dasar ketela. “Disini anak-anak belajar bagaimana filosofi ketela. Selain itu para siswa juga belajar menanam ketela,” ujarnya saat ditemui di Kampung Telo, Argotelo, Salatiga, Selasa (15/4/2025).

Pantauan wartawan, merek tidak hanya menanam, juga turun langsung ke dapur dalam cooking class spesial. “Tujuannya untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak Korea bahwa di sini budaya gastronomi sangat beragam,” tambah Mudjiati.

Tak berhenti di situ, mereka juga berkesempatan membatik dengan motif singkong—unik dan sarat makna lokal.

Yang tak kalah menarik, para siswa ini juga diajak mengunjungi lokasi produksi makanan legendaris Salatiga, enting-enting gepuk.

Duta Genre Salatiga 2024 Juliana Sheila U. Tampubolon, yang turut dalam kegiatan ini tampak antusias.

“Hari ini kita kedatangan teman-teman dari Korea, berkegiatan bersama teman-teman kita di SMP Negeri 2. Kegiatan hari ini kita melihat proses pembuatan makanan berbahan ketela/singkong bahkan turut menanam,” ungkapnya.

Sheila juga membagikan pengalaman pribadinya selama kegiatan ini.

“Bagi saya, selain sharing dengan teman-teman Korea, keasikan yang saya dapat adalah mendapatkan teman baru dan bertukar informasi budaya, bahkan sesama hobi,” katanya bersemangat.

Siswa saat belajar membatik

Ia pun mengaku senang karena bisa memperluas relasi hingga ke luar negeri.

“Ini adalah salah satu yang bisa dibilang luar biasa banget,” tutur perempuan yang sedang mempersiapkan diri mewakili Salatiga di ajang Duta Genre tingkat Jawa Tengah.

Senada pemilik Kampung Argotelo, Toni Anandya Wicaksono, menjelaskan bahwa pihaknya memang menyediakan paket edukasi olahan singkong, mulai dari pengolahan dasar, pembuatan singkong keju, hingga minuman tradisional berbasis jamu dan ketela.

“Siswa-siswi Korea juga kita ajak membatik bercorak singkong. Jadi gastronomi Salatiga biar lebih terangkat,” ujarnya.

Tak hanya membatik, para siswa juga belajar membuat singkong fla, yang jadi andalan olahan di Kampung Telo.

“Salah satu visinya kami pingin banget memperkenalkan industri singkong ini memberikan efek kepada masyarakat secara luas, baik dari sisi industri/pengolahannya maupun ekonomi kreatif dan wisatanya,” pungkas Toni.

– Toni saat diwawancarai Rasika FM
– Juliana Sheila Tampubolon
– Steven siswa Korea

BACA JUGA :

Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved