URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warung Timlo Bu Ning di Jalan dr. Muwardi, Gendongan, Salatiga, tetap ramai sejak berdiri tahun 2004. Dikelola Doty Wastu Sujiwo, usaha turun-temurun ini menawarkan Timlo khas dengan resep warisan keluarga. Suasana asri rumah joglo lawas dan harga terjangkau menjadikan warung ini favorit pelanggan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lezatnya Kuliner Timlo Bu Ning Salatiga

Lezatnya Kuliner Timlo Bu Ning Salatiga

Lezatnya Kuliner Timlo Bu Ning Salatiga

Penampakan Timlo Bu Ning Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pecinta kuliner saat tiba di Salatiga tak ada salahnya menikmati menu Timlo Bu Ning yang berada di Jalan dr Muwardi, Kelurahan Gendongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Di tengah gempuran makanan modern yang saat ini semakin menjamur, warung Timlo Bu Ning yang terletak di Jalan Muwardi, Kelurahan Gendongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) masih tetap bertahan dan ramai dengan pengunjung.

Warung yang berada di gang sempit itu selalu ramai pengunjung terutama saat pagi hari. Suasana warung yang asri dengan banyak pohon dan rumah joglo jadul membuat para penikmat makanan jenis sup betah berlama-lama berada di warung Timlo Bu Ning.

Pemilik Timlo Bu Ning, Salatiga, Doty Wastu Sujiwo mengatakan, warung Timlo Bu Ning merupakan usaha peninggalan ibunya, yang saat ini dia teruskan. Warung tersebut dibuka sejak tahun 2004, di gang sempit yang saat ini menjadi jalan menuju warung.

“Dulunya ibu itu jualan di gang yang sekarang jadi jalan masuk itu. Kemudian pada tiga tahun belakang ini saya ubah, warungnya masuk di rumah dengan hiasan dan konsep ala jaman dulu,” terang Doty..

Meskipun Timlo merupakan makanan asal Solo, kata Doty, dirinya memodifikasinya agar cocok dengan lidah orang Salatiga. Beberapa hal yang membedakan, isian dari Timlo yang lebih sedikit dari Solo. Hanya ada isian sosis, ati, ampela, telur bacem, dan irisan daging ayam.

“Untuk kuahnya kita menggunakan resep dari orang tua. Yang membedakan dengan yang lain di sini itu kuahnya yang tidak berubah. Selain itu, konsep suasana di sini banyak pohon dan rumahnya juga rumah lawas,” ungkap Doty.

Meskipun sudah generasi kedua, lanjut Doty, banyak pelanggan ibunya dulu yang tetap datang ke warungnya. Dirinya sengaja mempertahankan resep warisan orang tua. Sehingga sebagian dari mereka yang sudah punya anak mengajak keluarganya untuk datang ke warungnya dan menjadi pelanggan.

Warung Timlo Bu Ning sendiri buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga siang. Setiap harinya lebih dari 100 porsi Timlo berhasil ludes dibeli pelanggan. Sedangkan untuk harga, Timlo Bu Ning mematok harga mulai Rp 12.000.

Sarah seorang pelanggan Linda mengaku sudah lama berlangganan di Timlo Bu Ning. Menurutnya, rasa Timlo tersebut enak dan cocok. Selain itu, suasana yang tenang di warung tersebut menjadi daya tarik tersendiri.

“Pertama tahu Timlo di sini karena sering dibelikan mertua untuk dibawa pulang. Selanjutnya, dirinya mengajak suaminya untuk makan langsung di tempat dan menjadi ketagihan,” ungkap Linda.

Diakuinya, hampir setiap pekan dirinya menyempatkan diri untuk makan di warung Timlo Bu Ning. Harganya yang relatif murah menjadi salah satu alasan dirinya sering datang di warung tersebut.

BACA JUGA :

Angkringan Godong Lumbu di samping Pos Polisi Taman Kecandran, Kota Salatiga, menjadi pilihan tempat istirahat bagi pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Salatiga. Buka setiap hari pukul 16.00–23.00 WIB, angkringan ini menawarkan nasi bakar, ayam gongso, aneka sate, area parkir luas, serta suasana nyaman dengan harga terjangkau untuk berbagai kalangan pengunjung.
Cerdik Baca Peluang di JLS, Kafi Raup Cuan Buka Angkringan Godong Lumbu
Kuliner sate kronyos menjadi daya tarik khas di Pasar Raya I Salatiga, disajikan oleh Asih Suminem sejak era 1950-an. Hidangan berbahan lemak dan jeroan ini diminati karena cita rasa unik, harga terjangkau, serta pengalaman makan autentik di tengah suasana pasar tradisional.
Sate Kronyos Khas Salatiga, Kuliner yang Bikin Kangen Harga Merakyat
Kuliner BUMBUM Dimsum hadir di Kota Salatiga dengan konsep dimsum sebagai lauk praktis bergizi. Dikelola Chilia, usaha ini berlokasi di Gendongan dan buka setiap hari. Mengutamakan bahan segar dengan dominasi daging ayam, BUMBUM Dimsum menawarkan menu variatif, siap santap dan frozen, untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
BUMBUM Dimsum Hadir di Salatiga, Siap Manjakan Pecinta Kuliner asal Tiongkok
Tren olahraga padel hadir di Salatiga melalui Beans Padel yang memadukan permainan padel dan wisata durian Musang King di JLS Salatiga. Konsep ini menarik pengunjung lokal hingga luar kota. Inovasi ini dihadirkan pemilik usaha untuk menawarkan pengalaman olahraga sekaligus kuliner premium dalam satu lokasi dengan tarif sewa lapangan dan harga durian tertentu.
Tren Baru Olahraga di Salatiga, Main Padel Sambil Makan Durian
Makan siang di Pawon Tlogo, kawasan Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan pengalaman kuliner tradisional. Pengunjung menikmati masakan Jawa yang dimasak langsung di atas tungku kayu bakar pada Januari 2026, demi menjaga cita rasa autentik dan menghadirkan sensasi nostalgia melalui proses memasak cara lama.
Resep Rahasia di Atas Tungku, Manjakan Penikmat Kuliner di Pawon Tlogo Tuntang
Warung Makan Gule Mbah Djaeni menjadi kuliner legendaris yang dikelola generasi ketiga keluarga Roni Eka Bastian di gang Jalan Sukowati, Salatiga, sejak 1978. Tetap ramai dikunjungi hingga kini karena cita rasa rempah khas dan menu unik seperti gule goreng yang diolah segar setiap hari.
Warung Gule Mbah Djaeni 1978, Legendaris Kuliner di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut