KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Soal Dugaan Keracunan Ratusan Siswa di Salatiga, Disdik Belum Bisa Pastikan Penyebabnya

Soal Dugaan Keracunan Ratusan Siswa di Salatiga, Disdik Belum Bisa Pastikan Penyebabnya

Soal Dugaan Keracunan Ratusan Siswa di Salatiga, Disdik Belum Bisa Pastikan Penyebabnya

Dinas Pendidikan Kota Salatiga menelusuri dugaan keracunan yang menimpa 192 siswa SMPN 8 setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (3/10/2025). Kepala Dinas Muh. Nasiruddin berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan sampel makanan dan pengawasan distribusi MBG.
Foto Arief Rasika
Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Muh. Nasiruddin

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pasca kejadian dugaan keracunan di SMPN 8 Salatiga pekan lalu, Kini Dinas Pendidikan Kota Salatiga tengah menelusuri kasus yang dialami ratusan siswa tersebut. Kasus ini mencuat setelah 192 siswa dilaporkan tidak masuk sekolah pada Senin (6/10/2025), setelah mengonsumsi MBG pada Jumat atau tiga hari sebelumnya.

Kepada rasikafm.com Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Muh. Nasiruddin, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menganalisis penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. “Kita koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan analisa terhadap anak yang diduga mengalami keracunan,” kata Nasiruddin.[custom-related-posts title=”Kabar terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Diduga Sakit Akibat Konsumsi MBG Belum Pasti Keracunan Menurut Nasiruddin, kasus ini berawal dari kegiatan kemah bersama siswa kelas VII dan VIII di Gunungpati, Kota Semarang, pada Rabu–Jumat pekan lalu. Kegiatan diikuti oleh 529 siswa dan berlangsung dalam kondisi cuaca hujan deras.

“Tentu kemah bersama itu kegiatannya luar biasa, bahkan juga ada hujan deras, dan ada yang bermain-main saat itu,” ujarnya. Setelah kegiatan selesai, para siswa kembali ke Salatiga dan berkumpul di Lapangan Klumpit, Kecamatan Tingkir, untuk menerima menu MBG.

“Kemudian ada laporan yang tidak diinginkan masuk ke kami, ada 192 anak yang tidak masuk sekolah. Namun apakah itu bisa disebut keracunan, kami masih mencari fakta dan data di lapangan,” ungkap Nasiruddin.

Menurutnya Perlu Sampel Makanan untuk Memastikan apa penyebabnya. Dinas Pendidikan menegaskan, perlu dilakukan pemeriksaan sampel makanan dan faktor penyebab lain sebelum memastikan siswa mengalami keracunan makanan. “Harus ada sampel yang diperiksa dan faktor penyebab lainnya sebelum petugas medis memutuskan penyebab siswa mengalami diare, mual, dan muntah,” jelasnya.

Sementara itu untuk mencegah kejadian serupa, guru diminta memperketat pengawasan dan pendampingan terhadap makanan MBG yang dibagikan di sekolah. “Guru harus memeriksa menu makanannya, bagus atau tidak. Kalau tidak bagus ya tidak usah dibagikan,” tegasnya.

Kepala SMP Negeri 8 Salatiga Yohana Natallina Sari menjelaskan bahwa menu MBG yang dibagikan pada Jumat berupa nugget tempe, salad sayur, telur ceplok, burger, dan semangka. “Ada yang dimakan di lapangan, di sekolah, dan ada juga yang dibawa pulang,” ujar Yohana.

Hingga kini, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Salatiga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah gejala yang dialami ratusan siswa tersebut benar disebabkan oleh makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau bukan.

Nasiruddin saat berikan keterangan media

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
[pekok2]