URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kementerian Pekerjaan Umum bersama PT Trans Marga Jateng mulai membangun Akses Tol Pattimura di Kota Salatiga sejak April 2026 untuk memperkuat konektivitas menuju pusat kota. Proyek sepanjang 1,66 kilometer senilai Rp113,35 miliar itu ditargetkan selesai pada 2027 melalui pembangunan ramp on, ramp off, underpass, serta penanganan Jalan Pattimura guna memperlancar mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mulai Dikerjakan, Akses Tol Pattimura di Salatiga, Target Rampung 2027

Mulai Dikerjakan, Akses Tol Pattimura di Salatiga, Target Rampung 2027

Mulai Dikerjakan, Akses Tol Pattimura di Salatiga, Target Rampung 2027

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendukung pembangunan Akses Tol Pattimura di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat menuju pusat kota, yang ditargetkan rampung pada 2027.

Pembangunan akses tol tersebut mulai dilaksanakan April 2026 oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Marga Jateng. Proyek ini menjadi bagian pengembangan jaringan Tol Semarang–Solo di wilayah Jawa Tengah.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol memiliki dampak strategis terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, infrastruktur jalan tol juga mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah di Indonesia.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis. Tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Menteri Dody melalui keterangan tertulis, Selasa, 12 Mei 2026.

Diketahui Akses Tol Pattimura ini dibangun dengan total panjang mencapai 1,66 kilometer dengan nilai proyek Rp113,35 miliar. Pembangunan tersebut mencakup ramp on, ramp off, serta penanganan Jalan Pattimura sepanjang 555 meter.

Ramp on dibangun sepanjang 661 meter dengan satu lajur satu arah menuju kawasan tol utama dengan lebar delapan meter. Sedangkan ramp off dibangun sepanjang 998 meter dengan dua lajur satu arah dengan lebar 10,15 meter.

Saat ini, pekerjaan masih difokuskan pada tahap awal berupa pembersihan dan pemerataan lahan proyek pembangunan. Kebutuhan lahan proyek mencapai 18.731 meter persegi dengan progres pembebasan mencapai 97,33 persen.

Secara teknis, pembangunan akses tol mencakup pembangunan box culvert, box underpass, serta dinding penahan tanah kawasan proyek. Pembangunan tersebut juga dilengkapi secant pile guna mendukung keamanan konstruksi di sekitar lokasi pekerjaan.

Dengan akses baru tersebut, kendaraan dari arah Semarang tidak perlu memutar lebih jauh menuju pusat kota. Kondisi ini diharapkan meningkatkan efisiensi waktu tempuh dan memperlancar mobilitas masyarakat sekitar.

Selain memperkuat konektivitas, proyek tersebut juga diharapkan mendukung pengembangan kawasan produktif di Salatiga dan sekitarnya. Sektor perdagangan, pariwisata, logistik, hingga investasi daerah diperkirakan ikut terdorong melalui pembangunan akses tersebut.

BACA JUGA :

Produksi padi Jawa Tengah hingga Juli 2026 diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 63,43 persen dari target 10,5 juta ton. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat panen raya di Sukoharjo, Rabu (24/6/2026), sekaligus meminta seluruh daerah mengantisipasi potensi kemarau panjang melalui pipanisasi, pembangunan sumur, distribusi pompa air, dan penguatan sarana pertanian guna menjaga produktivitas serta ketahanan pangan.
Padi Jateng Tembus 6,69 Juta Ton, Ribuan Pompa Disiapkan untuk Sawah Saat Kemarau
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat peresmian bantuan IJD di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), dengan menegaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, serta sentra ekonomi akan menjadi prioritas untuk memperluas akses, memperlancar distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
IJD Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Jalan ke Kawasan Wisata
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Menuju Era Baru Trans Semarang Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Menuju Era Baru Trans Semarang: Hijau, Jalur Khusus, dan Berkeadilan
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging