URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BUMDes Menara Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang terus mengembangkan usaha ketahanan pangan berbasis hidroponik sejak 2025 dengan membudidayakan selada premium di greenhouse desa. Pengelolaan usaha yang didukung dana desa dan pemasaran hingga luar daerah itu kini mampu menyumbang sekitar 60 persen Pendapatan Asli Desa (PADes).

Mbak Google

KABAR RASIKA

BUMDes Menara Karangduren, Hasilkan Selada Premium, kini Tembus Pasaran Jawa Timur

BUMDes Menara Karangduren, Hasilkan Selada Premium, kini Tembus Pasaran Jawa Timur

BUMDes Menara Karangduren, Hasilkan Selada Premium, kini Tembus Pasaran Jawa Timur

Camat Tengaran bersama kepala desa Karangduren dan anggota Bumdes saat memanen selada hasil produksi Bumdes Menara (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Hasil produksi dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang merupakan sektor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian desa, dengan fokus melakukan pemberdayaan masyarakat desa untuk mengoptimalkan potensi lokal desa, kini sudah mulai bisa dirasakan manfaatnya.
Salah satunya yang ada didesa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Salah satu desa terbaik dalam pengembangan dan pengelolaan BUMDes di kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Diberi nama BUMDes Menuju Masyarakat Sejahtera (Menara), mereka berhasil mengembangkan beberapa bidang usaha di dalam BUMDes tersebut, mulai dari pengelolaan pasar tradisional, persewaan sound system hingga alat berat, dan juga bidang usaha ketahanan pangan dengan fokus budidaya selada varietas premium.

Dalam wawancara dengan wartawan, Kepala Desa Karangduren, Muhamad Noor Majid mengungkapkan BUMDes menjadi salah satu pilar pembangunan dalam konsep “Bersatu dalam Harmoni, Maju dalam Pembangunan” yang pertumbuhannya terus di dorong oleh Pemerintah Desa.

“Sejak berdiri sejak tahun 2018 lalu Bumdes menara Alhamdulillah terus berkembang sampai dengan saat ini sudah ada beberapa bidang usaha didalamnya” katanya mengawali wawancara, Selasa (12.5.2026).

Tahun 2025 bidang usaha BUMDes memanfaatkan program ketahanan pangan dari 20 persen Dana Desa untuk mengembangkan bidang usaha sistem green house yang didalamnya fokus pada budidaya selada varietas premium dengan menggunakan sistem pertanian hidroponik dan aquaponik.

“Fokus utama di BUMDes Lungo Tani ini adalah budidaya selada varietas premium, ditambah dengan berbagai jenis tanaman sayuran lainnya dan budidaya ikan nila yang kami kelola di sebuah green house yang berdiri di lahan milik desa,” kata Majid.

Pantauan Rasika FM, penananam selada dilakukan dalam Green house seluas 300-an meter persegi termasuk didalamnya ada ternak ikan.

“Dari pengelolaan yang maksimal dari BUMDes Karangduren diseluruh bidang usaha ini, setidaknya mampu menyumbang 60 persen untuk Pendapatan Asli Desa. Dan nilai ini berharga sekali buat kami, di kondisi krisis fiskal yang terjadi,” ujarnya.

Dengan hasil tersebut menjadikan Desa Karangduren sebagai desa tertinggi untuk pendapatan PADes yang bersumber dari BUMDes di Kecamatan Tengaran.

Pengurus Menara, Eko Prasetyo dan Rahmad Arif mengakui meski usaha yang bergerak di budidaya selada hidroponik ini baru berjalan sejak tahun 2025, namun kini mulai dirasakan hasilnya setelah berhasil panen selada hidroponik.

“Kelebihan Selada kami berukuran besar dari selada pada umumnya atau jenis lokal, lalu daunnya lebar, bobotnya juga lebih berat ketimbang selada lokal, serta memiliki cita rasa yang manis menyegarkan, renyah. Jadi Alhamdulillah, Selada Karangduren ini banyak diburu masyarakat,” ungkap Eko.

Dengan budidaya selada hidroponik premium ini, Eko mengaku jika kini mulai banyak pesanan, termasuk pihaknya harus mensuplay ke jawa timur.
“Untuk produksi satu bulan bisa mencapai 400 sampai dengan 500 kilogram, padahal permintaan per minggunya bisa 100 sampai 200 kilogram, kami belum bisa maksimal dalam memenuhi permintaan pasar akan selada hidroponik ini,” terangnya.
Saat ini permintaan selada premium Karangduren tidak hanya datang dari masyarakat sekitar Tengaran, namun datang dari berbagai wilayah di luar Kabupaten Semarang.

Diantaranya konsumen dari Jember, Jawa Timur yang menjadi salah satu wilayah langganan tetap Selada Karangduren. Bahkan harga selada di Jember terbilang cukup mahal, yaitu di kisaran Rp 55 sampai Rp 60 ribu untuk per kilonya. Sementara jika dijual di Karangduren, per kilogramnya hanya dipatok di harga Rp 25 ribu dengan isi lima sampai enam bonggol selada.

Senada, Arif mengakui alasan awal memilih selada menjadi salah satu komoditas utama pada bidang usaha ketahanan pangan di BUMDes Menara ini karena perawatannya cukup mudah, termasuk pemasarannya.

“Jadi kami sistemnya ada pesanan dulu, baru kami panenkan, sehingga fresh ketangan pembeli. Selain itu, kami sudah ada pasarnya, jadi untuk distribusinya Alhamdulillah sudah maksimal, meski secara jumlah kami masih belum bisa maksimal disana,” tutur Arif.

Sementara itu camat Tengaran, Sri Sulistyorini mengungkapkan jika keberadaan Bumdes Menara Karangduren ini merupakan salah satu contoh nyata unit usaha yang bisa jalan, dikecamatan Tengaran, karena sudah terbukti menghasilkan. “Dari 15 Bumdes yang ada saat ini, Menara sudah terbukti mampu melakukan usaha produktif, kami mendorong Bumdes lain bisa mengikuti” ujar Camat.

– Kades Noor Majid saat diwawancarai Rasika
– Suasana panen selada

BACA JUGA :

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 1.339.560 tabung di Jawa Tengah dan DIY pada 16 Juni 2026 untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Penyaluran tambahan melalui skema fakultatif ini dilakukan guna menjaga ketersediaan stok dan memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh LPG selama masa libur nasional.
Takut Langka Saat Libur? Pertamina Siapkan Tambahan 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg
Doni Prasetyo menggelar ritual jamasan puluhan keris di rumahnya di Butuh, Kutowinangun Lor, Kota Salatiga, pada malam 1 Suro sebagai tradisi tahunan perawatan pusaka. Dengan membersihkan bilah keris menggunakan jeruk nipis dan air kembang yang disertai doa, tradisi ini dilakukan untuk merawat, menghormati, dan melestarikan warisan budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi.
Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam
Ratusan warga Dusun Muneng, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, menggelar tradisi kupatan pada Senin (15/6/2026) petang untuk menyambut Tahun Baru Islam atau malam 1 Suro. Tradisi turun-temurun yang diawali doa bersama dan azan ke empat penjuru mata angin itu dilaksanakan sebagai ungkapan syukur, doa keselamatan, serta upaya melestarikan warisan leluhur yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Semarak Malam 1 Suro, Ratusan Warga Muneng Ungaran Timur Gelar Kupatan di Tengah Jalan
Ribuan jamaah thariqah dari berbagai daerah menghadiri Silaturahmi Nasional Annitho Aswaja di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang dihadiri ulama, habaib, dan tokoh pemerintahan ini digelar untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta meneguhkan komitmen kebangsaan melalui zikir, tausiyah, baiat kubro, dan pemberdayaan umat.
Habib Luthfi Tegaskan Komitmen Jaga NKRI dalam Silatnas Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening bersama Komisi C, Dishub, dan DPU melakukan sidak ke ruas jalan rusak di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, akibat tingginya aktivitas truk tambang pengangkut material proyek Bendungan Jragung, Kamis. Dalam inspeksi tersebut, DPRD meminta PT Mahidara Artha Sangkara segera memperbaiki jalan dan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan agar kerusakan serta gangguan debu tidak terus merugikan warga.
DPRD Sidak Jalan Rusak di Wringinputih Bergas, Perusahaan Janji Perbaiki Pekan Ini

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening bersama Komisi C, Dishub, dan DPU melakukan sidak ke ruas jalan rusak di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, akibat tingginya aktivitas truk tambang pengangkut material proyek Bendungan Jragung, Kamis. Dalam inspeksi tersebut, DPRD meminta PT Mahidara Artha Sangkara segera memperbaiki jalan dan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan agar kerusakan serta gangguan debu tidak terus merugikan warga.
DPRD Sidak Jalan Rusak di Wringinputih Bergas, Perusahaan Janji Perbaiki Pekan Ini
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved