URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengunjungi situs bersejarah di Kota Salatiga pada 27 Oktober 2025 usai membuka UISPP 2025 di UKSW. Didampingi Wali Kota Robby Hernawan, ia meninjau Rumah Dinas Wali Kota, Gedung Pakuwon, dan Gedung Papak sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian warisan budaya kota.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mentri Kebudayaan Fadli Zon Kunjungi Situs Bersejarah di Kota Salatiga

Mentri Kebudayaan Fadli Zon Kunjungi Situs Bersejarah di Kota Salatiga

Mentri Kebudayaan Fadli Zon Kunjungi Situs Bersejarah di Kota Salatiga

Fadli Zon Bersama wali kota Salatiga saat berada di Pemkot Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Usai membuka acara 2025 International Congress of the UISPP (International Union of Prehistoric and Protohistoric Sciences) di UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana), Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, M.Sc., melakukan kunjungan ke sejumlah situs bersejarah yang menjadi saksi perkembangan peradaban dan kebudayaan di Kota Salatiga.

Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, beserta istri dan beberapa Kepala OPD terkait . Rangkaian kunjungan dimulai dari Rumah Dinas Wali Kota, dilanjutkan ke Gedung Pakuwon, dan berakhir di Gedung Papak.

Kunjungan pertama dilakukan di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, bangunan berarsitektur kolonial yang juga memiliki nilai historis tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota memaparkan rencana Pemerintah Kota Salatiga untuk mengubah rumah dinas tersebut menjadi museum sejarah Kota Salatiga, sebagai sarana edukasi dan pelestarian warisan budaya.

Kunjungan selanjutnya dilakukan di Gedung Pakuwon, salah satu bangunan kolonial tertua di Salatiga yang pernah menjadi pusat administrasi pemerintahan pada masa Hindia Belanda. Gedung ini menjadi saksi sejarah Gedung Pakuwon adalah lokasi Perjanjian Salatiga yang ditandatangani pada 17 Maret 1757, yang merupakan kelanjutan dari Perjanjian Giyanti. Gedung ini menyimpan nilai historis tinggi dan merupakan simbol penting perjalanan pemerintahan di wilayah Salatiga.

Kunjungan berlanjut ke Gedung Papak, bangunan bersejarah lain yang kini menjadi Kantor Wali Kota Salatiga. Gedung ini dulunya difungsikan sebagai pusat pemerintahan kolonial dan hingga kini masih mempertahankan arsitektur aslinya.

Fadli Zon menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam melestarikan bangunan cagar budaya dan sejarah. Beliau menyampaikan bangunan-bangunan bersejarah seperti Gedung Pakuwon, Gedung Papak, dan Rumah Dinas Wali Kota ini merupakan aset bangsa yang tak ternilai. Pelestariannya bukan hanya soal menjaga bentuk fisik, tetapi juga menjaga ingatan kolektif tentang jati diri bangsa.

Wali Kota menegaskan bangunan bersejarah bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi fondasi untuk membangun identitas kota di masa depan. Pemerintah Kota Salatiga terus berupaya menyeimbangkan pembangunan modern dengan pelestarian nilai sejarah.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari Wali Kota Salatiga kepada Menteri Kebudayaan berupa ikat kepala, miniatur Tugu Jam, serta buku sejarah Kota Salatiga. Sebaliknya, Menteri Fadli Zon menyerahkan cinderamata berupa buku sebagai simbol persahabatan dan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya di Kota Salatiga.

Wali Kota Salatiga berharap Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Salatiga dalam menjaga, merawat, serta menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dan kebudayaan di Kota Salatiga.

BACA JUGA :

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
Investasi Tumbuh, UMKM Menguat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
PT Jasamarga Semarang Batang melakukan uji kekesatan (Skid Resistance Test) di Ruas Tol Semarang–Batang sebagai bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pengujian ini bertujuan mengukur daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan agar risiko kendaraan tergelincir dapat diminimalkan, sekaligus menjadi dasar pelaksanaan pemeliharaan demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol.
Ternyata Jalan Tol Rutin Jalani Uji Kekesatan Jalan, Apa Itu dan Mengapa Penting?
Kementerian Agama Kabupaten Semarang meluncurkan Program Pohon Cinta secara serentak di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), Selasa (14/7/2026), dengan mewajibkan setiap calon pengantin menanam sedikitnya satu pohon. Program yang menjadi bagian dari implementasi Ekoteologi ini bertujuan mendorong pelestarian lingkungan, memperkuat nilai keagamaan, sekaligus mendukung penghijauan di Kabupaten Semarang. Hingga kini, sekitar 6.600 bibit pohon telah ditanam melalui program tersebut.
Catin di Kabupaten Semarang Wajib Tanam "Pohon Cinta" Sebelum Menikah
Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen menyempurnakan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen dengan mengubah bentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Perbaikan yang dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama.
Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar