KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Sehari Jelang Pusa, Ratusan Warga Gelar Padusan di Kalitaman Salatiga

Sehari Jelang Pusa, Ratusan Warga Gelar Padusan di Kalitaman Salatiga

Sehari Jelang Pusa, Ratusan Warga Gelar Padusan di Kalitaman Salatiga

Gebyar Padusan dan Ciblon digelar di Kolam Renang Kalitaman, Sidorejo, Salatiga, Rabu (18/2/2026). Wali Kota Robby Hernawan bersama Forkopimda hadir mendukung tradisi penyucian diri jelang Ramadan. Prosesi air tujuh mata air, seni tari, dan musik air digelar untuk melestarikan budaya Jawa.
Foto dok IST
Ratusan warga saat gekar padusan di Kolam Renang Kalitaman, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah

RASIKAFM.COM | SALATIGA — Kolam Renang Kalitaman, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (18/2/2026) pagi, tampak berbeda. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti Gebyar Padusan dan Ciblon, tradisi turun-temurun masyarakat Jawa untuk menyucikan diri menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Air kolam yang jernih menjadi saksi semangat warga membersihkan lahir dan batin sebelum memasuki bulan puasa. Padusan bukan sekadar mandi bersama, tetapi juga sarat makna spiritual serta kearifan lokal yang terus dijaga lintas generasi.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, yang hadir bersama jajaran Forkopimda, penjabat sekretaris daerah, Ketua TP PKK, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Robby menegaskan padusan merupakan warisan budaya Jawa yang harus terus dirawat keberlangsungannya.

“Padusan ini filosofinya membersihkan diri lahir dan batin menjelang ibadah Ramadan. Tantangannya sekarang bagaimana budaya tradisional ini tetap berkembang berdampingan dengan kemajuan zaman,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda turut ambil bagian dalam mengangkat dan melestarikan budaya asli Salatiga agar tidak tergerus modernisasi.

Refleksi Menjaga Relasi dengan Sesama dan Alam

Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menilai momentum padusan juga menjadi ajang refleksi untuk menjaga hubungan dengan sesama dan lingkungan.

“Ramadan bukan hanya membangun keimanan pribadi, tetapi juga hubungan dengan Tuhan, sesama, dan alam. Jaga tempat ini, karena Kalitaman adalah bagian penting kehidupan masyarakat,” katanya.

Tradisi padusan di Kalitaman dan Kali Wedok telah lama menjadi agenda rutin warga. Ketua paguyuban sekaligus ketua panitia, Suryanto, menjelaskan prosesi padusan dilakukan secara simbolis dengan mengambil air dari tujuh mata air di sekitar Kalitaman. Air tersebut kemudian dituangkan ke kolam sebagai lambang penyucian diri sebelum memasuki Ramadan.

“Selain padusan, kami juga punya budaya ciblon, yakni seni tari dan musik yang dimainkan di air. Ini menjadi ciri khas Kalitaman,” jelasnya.

Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan Tari Gumbregeg Tirta Kalitaman dari Sanggar Sekar Rinonce. Tarian tersebut menggambarkan prosesi penuangan air dari tujuh mata air ke kolam sekaligus melukiskan kesegaran air sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Kelompok Rebana Nababa dari Pancuran dan Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Kota Salatiga turut memeriahkan suasana. Padusan pun tak sekadar menjadi ritual penyucian diri, tetapi juga pesta budaya rakyat yang memperkuat identitas lokal menjelang Ramadan.

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
[pekok2]