RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Besaran Target Retribusi Sampah di Salatiga Tahun 2026 Rp 3,4 M

Besaran Target Retribusi Sampah di Salatiga Tahun 2026 Rp 3,4 M

Besaran Target Retribusi Sampah di Salatiga Tahun 2026 Rp 3,4 M

Kepala DLH Salatiga, Yunus Juniadi

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Memasuki tahun 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Salatiga ditarget pemasukan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi sampah sebesar Rp 3,4 miliar. Hal ini diungkapkan, Kepala DLH Salatiga, Yunus Juniadi.

‘Target kami di PAD untuk APBD 2026 sebesar Rp 3 4 miliar. Cukup besar targetnya semoga bisa tercapai,” ungkap Yunus ditemui di Gedung DPRD Salatiga.

Sementara itu untuk retribusi khusus yakni Retribusi Pelayanan Kebersihan dan Persampahan (RPKP) sampai Jumat 20 Februari 2026, DLH sudah mendapatkan pemasukan sebesar Rp 180 juta.

Yunus menghimbau masyarakat harus terlibat aktif dalam pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga, dasawisma, RT dan RW, serta fokus pada sampah yang dihambat di dalam pagar.

Kemudian pemilahan sampah menjadi kunci, yang penting ada niat, komunikasikan dengan DLH. “Kita akan cari jalan keluar bersama,” katanya.

Diketahui Pemkot Salatiga melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga menerapkan RPKP (Retribusi Pelayanan Kebersihan dan Persampahan) mulai 1 Januari 2026 berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2024.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ngronggo Salatiga. Pemilahan sampah di Salatiga sudah dilakukan warga kemudian sampah bisa dijual ke bank sampah yang dikelola warga masyarakat.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px