KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga

Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga

Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga

Nuryanto kini berkumpul dengan keluarganya. (Foto dok IST)

RASIKAFM.COM |SALATIGA – Setelah sekitar 21 tahun hilang, Nuryanto, 57, warga Dusun Kebonsamas, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah.

Dua dekade lebih bukan waktu yang singkat untuk sebuah keluarga menunggu. Namun, harapan itu akhirnya berbuah.

Kepulangan Nuryanto bermula dari sebuah informasi sederhana. Saat dirawat di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Jekulo, Kudus, Nuryanto mulai menunjukkan perkembangan. Ia bisa diajak berkomunikasi. Salah satu hal yang terus disebutnya adalah Salatiga.

Nama kota itu menjadi petunjuk penting. Informasi tentang Nuryanto kemudian beredar melalui media sosial hingga sampai kepada relawan sosial Salatiga, Saeful Fanani, warga Domas.

Saeful mengatakan, dirinya mendapat informasi dari Adi, YouTuber Sinau Urip dari Kudus. Adi menyampaikan bahwa ada pasien di Jalma Sehat yang mengaku berasal dari Salatiga.

Saeful lantas mencoba menelusuri informasi tersebut. Ia menghubungi tokoh masyarakat di Dusun Kebonsamas. Dari sana, informasi diteruskan kepada keluarga Nuryanto.

Kakak kandung Nuryanto, Zaenuri, kemudian memastikan bahwa pria yang berada di Jalma Sehat tersebut adalah adiknya. Nuryanto memang telah pergi meninggalkan rumah sekitar 21 tahun sebelumnya.

Penelusuran juga mengungkap Nuryanto pernah terjaring operasi penertiban oleh tim Pemkab Kudus pada 2018. Sejak saat itu, ia menjalani perawatan di Jalma Sehat hingga kondisinya membaik dan mampu berkomunikasi.

Setelah identitas dipastikan, Saeful berkoordinasi dengan Dinas Sosial Salatiga. Tim Dinsos bersama relawan kemudian berangkat ke Kudus untuk menjemput Nuryanto.

Pertemuan kembali dengan keluarga menjadi akhir dari penantian panjang tersebut. Nuryanto kini kembali berada di Salatiga dan akan menjalani pengobatan lebih lanjut.

Kepala Dinas Sosial Salatiga Riani Isyana Pramasanthi membenarkan penjemputan tersebut. “Kami mendapat laporan dari Relawan Sosial, kemudian dilakukan penjemputan,” katanya.

Setelah 21 tahun terpisah, sebuah nama kota yang terus disebut Nuryanto akhirnya menjadi jalan pulang.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis