RASIKAFM.COM | UNGARAN – Puluhan karya mural bertema lalu lintas menghiasi kawasan Fort Willem I Ambarawa, Kabupaten Semarang. Karya tersebut dibuat para seniman yang tergabung dalam Hanoman Art Kabupaten Semarang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, lomba mural tersebut tidak sekadar menjadi ajang kreativitas para seniman. Karya yang ditampilkan juga diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.
“Semoga dengan karya seni yang sudah dituangkan oleh para seniman se-Kabupaten Semarang ini bisa memberikan edukasi atau pembelajaran kepada masyarakat untuk bisa tertib berlalu lintas,” ujar Heru usai meninjau mural di kompleks Fort Willem I Ambarawa, Rabu (16/9/2026) sore.
Menurutnya, pesan-pesan yang dituangkan melalui karya seni diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Dengan demikian, angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Semarang ke depan diharapkan dapat ditekan.
“Ini juga selain memberikan edukasi kepada masyarakat, memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang tugas-tugas dari polisi lalu lintas yang setiap hari dilaksanakan oleh Polantas itu sendiri,” katanya.
Pemilihan Fort Willem I Ambarawa sebagai lokasi kegiatan juga dinilai memiliki nilai strategis. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai destinasi wisata edukasi sejarah yang banyak dikunjungi masyarakat.
Manager Operasional Fort Willem I Ambarawa, Harmunfasil, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan fungsi benteng sebagai tempat wisata edukasi sejarah dan perjuangan.
“Ambarawa itu yang paling strategis dalam rangka untuk membuat suatu edukasi di Benteng Fort Willem I Ambarawa. Jadi sangat pas sekali karena ada kesinambungan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan mural bertema lalu lintas menambah unsur edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke benteng.
“Di samping itu, Fort Willem I adalah wisata milik negara. Revitalisasi juga dari negara. Jadi semuanya, apalagi instansi-instansi kalau ada suatu kegiatan, tidak ada salahnya di Fort Willem,” ungkapnya.
Ia berharap semakin banyak kegiatan edukatif dari berbagai instansi dapat digelar di kawasan tersebut, sehingga fungsi Fort Willem I tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga ruang publik untuk berbagai kegiatan yang memberikan nilai pembelajaran kepada masyarakat. (win)












