KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

DPO Pelaku Pembegalan Di Depan Balaikota Semarang Ditangkap

DPO Pelaku Pembegalan Di Depan Balaikota Semarang Ditangkap

DPO Pelaku Pembegalan Di Depan Balaikota Semarang Ditangkap

Polrestabes Semarang berhasil menangkap semua para pelaku begal yang terjadi di Jalan Pemuda atau depan kantor Balaikota Semarang.

RASIKAFM – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang berhasil menangkap daftar pencarian orang (DPO) pelaku begal yang terjadi di Jalan Raya Pemuda atau depan Kantor Balaikota Semarang Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, pada Minggu (5/9/2021) sekira pukul 03.00 WIB.

Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Iga DP  mengungkapkan pelaku tersebut bernama Ady Setyawan (23) warga Kuningan, Kecamatan Semarang Utara.

Ady berhasil ditangkap setelah sembilan hari pelariannya di wilayah Poncol Semarang pada Selasa (14/9/2021) sekira pukul 20.00 WIB.

“Dia sempat kabur ke daerah Subang, Jawa Barat. Selanjutnya Tim sempat kesana melakukan pengejaran dia tau (pelaku) monitor kemudian ke Pekalongan dan dia kembali (ke Semarang). Dan tadi malam berhasil ditangkap,” kata Iga saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Rabu (15/9/2021).

Sebelumnya, lanjut Iga, Polrestabes Semarang berhasil mengamankan dua  pelaku diantaranya M Haidar Muliyantono (22) warga Kampung Tlumpahan, Kecamatan Semarang Utara dan Adi Pratama (27) warga Kampung Petelan, Kecamatan Semarang Timur.

Mereka dapat diamankan setelah Tim Elang Hebat Semarang bersama Unit Resmob Polrestabes Semarang melakukan olah tempat kejadian dengan mengecek CCTV yang berada di lokasi kejadian.

Pelaku Adi Pratama diamankan oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang ditangkap pada hari itu juga pada pukul pukul 18.30 WIB di Jalan Lemah Gempal Semarang. Sedangkan pelaku Haidar dapat diamankan pada pukul 20.30 WIB di Jalan Bong Lama Semarang.

“Dari hasil penangkapan kedua pelaku tersebut, kemudian berkembang karena masih ada satu pelaku lagi berdasarkan hasil penyelidikan investigasi terhadap bukti CCTV yang berhasil kita kumpulkan di sepanjang area. Kemudian juga berdasarkan pengakuan dari kedua tersangka,” ujarnya.

Perlu diketahui, akibat aksi pelaku korban bernama Sayyid Bintang warga Ngaliyan meninggal dunia ditempat usai terjatuh dari motor karena diduga mengalami gagar otak dan dari mulut serta hidung mengeluarkan darah.

Sementara korban lainnya bernama Slamet Riyadi mengalami beberapa luka disekujur tubuhnya dan sekarang masih di rawat di RSUP Kariadi.

Kejadian tersebut bermula setelah korban membeli makan dari Pusponjolo. Namun, ketika hendak pulang melewati Stasiun Poncol, diduga korban diikuti oleh para pelaku menggunakan sepeda motor. Saat di lokasi kejadian, pelaku Ady menendang motor korban hingga terjatuh.

Karena tak berdaya, para pelaku dengan leluasa mengambil barang-barang berharga milik korban dan langsung kabur meninggalkan korban.

Sementara dari pengakuan Ady, dia sebelumnya juga sudah berupaya menendang motor korban ketika korban sedang melintas di daerah Poncol.

Saat melakukan aksinya, Ady mengaku mengendarai motor sendirian. Usai berhasil mengambil harta korban, ia langsung lari ke Terminal Mangkang dengan diantar oleh kekasihnya.

“Langsung lari ke Mangkang, naik bis sendirian diantar sama pacar,” imbuhnya.

Saat ini para pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dapat dijerat dengan pasal 365 KUHPidana ayat 4 tentang pencurian dengan kekerasan  dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang