RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Memperingati HUT Lantas Yang Ke 66, Ini Yang Dilakukan Dirlantas Polda Jateng

Memperingati HUT Lantas Yang Ke 66, Ini Yang Dilakukan Dirlantas Polda Jateng

Memperingati HUT Lantas Yang Ke 66, Ini Yang Dilakukan Dirlantas Polda Jateng

Salah satu kegiatan perayaan HUT Lantas ke 66 yaitu Polda Jateng melaksanakan kegiatan vaksinasi bagi pengemudi angkutan umum dan ojek online (ojol) yang dilaksanakan di Taman Batu Raden Saleh (TBRS) Sabtu, (18/9/21).

RASIKAFM – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas (Lantas) yang ke 66, Dirlantas Polda Jateng melakukan beberapa rangkaian kegiatan.

Yang pertama yaitu kegiatan vaksinasi untuk pengemudi angkutan umum dan ojek online (ojol) yang ada di kota Semarang. Acara tersebut dilaksanakan di Taman Batu Raden Saleh (TBRS) Semarang Sabtu, (18/9/21).

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M Rudy Syafirudin menyampaikan, Polda Jateng menyediakan dosis vaksin sebanyak 28.300 bagi pengemudi ojol dan angkutan umum yang nantinya kegiatan tersebut akan berjalan selama seminggu.

“Vaksin ini kami sediakan untuk para pengemudi angkutan umum dan ojol di Kota Semarang. Alhamdulillah antusias dari para pengemudi sangat tinggi untuk mengikuti vaksinasi ini yang di selenggarakan oleh kami,” terangnya usai kegiatan vaksinasi.

Kemudian kegiatan yang kedua, yaitu jajaran Ditlantas Polda Jateng akan melakukan program operasi patuh candi yang nantinya akan di mulai pada hari Senin tanggal 20 September 2021 hingga 3 Oktober 2021.

Namun, dalam operasi patuh candi ini, kata Rudy, dirinya menegaskan hanya akan memberikan edukasi terkait disiplin protokol kesehatan serta keselamatan berkendara dan tidak akan menerapkan tindakkan penilangan.

“Sekali lagi tidak ada penilangan, tidak ada penindakan sama sekali. Tetapi himbauan kami harapan kami dengan tidak melakukan penindakan di masa pandemi ini, maka pengendara diminta tetap patuh dalam peraturan berlalu lintasannya ada. Jadi anggota di lapangan hanya ada edukasi Covid-19 dan teguran secara simpati kepada masyaarakat,” ujarnya.

“Sehingga apa yang kami lakukan, masyarakat juga merasa nyaman dalam berkendaraan, dan kami pun dalam melakukan tugas dengan baik dan tidak ada halangan apapun,” tambahnya.

Rudy menerangkan, nantinya, operasi patuh candi ini akan dilakukan serentak di seluruh wilayah hukum Jawa Tengah.

“Ini berlaku di seluruh jawa Tengah, bukan hanya di kota Semarang saja. Bahkan disemua jajaran Polres juga melakukan kegiatan yang sama dan operasi patuh ini dilaksanakan selama 14 hari kedepan, yang dimulai pada senin pekan depan,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran