URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ketua MPW Pemuda Pancasila Jateng, Bambang Eko Purnomo (BEP) melaporkan balik dua orang ke Polrestabes Semarang terkait pencemaran nama baik dan pencurian dokumen miliknya.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ketua MPW PP Jateng Lapor Balik Dua Orang Terkait Pencurian Dokumen Dan Pencemaran Nama Baik

Ketua MPW PP Jateng Lapor Balik Dua Orang Terkait Pencurian Dokumen Dan Pencemaran Nama Baik

Ketua MPW PP Jateng Lapor Balik Dua Orang Terkait Pencurian Dokumen Dan Pencemaran Nama Baik

featured-img

SEMARANG – Ketua MPW Pemuda Pancasila Jateng, Bambang Eko Purnomo (BEP) melaporkan balik dua orang ke Polrestabes Semarang terkait pencemaran nama baik dan pencurian dokumen miliknya.

Dio Hermansyah Bakrie selaku Kuasa Hukum BEP mengatakan, dua orang yang dilaporkan yaitu Adhy Djoko Prastowo dan Kujiyanto. Mereka berdua dilaporkan dari buntut pelaporannya ke Polda Jateng terkait dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan kliennya yaitu BEP.

“Agenda hari ini kami mengadukan Kujiyanto dan Adhy Djoko Prastowo terkait masalah pencemaran nama baik atas klien kami BEP dan yang kedua terkait masalah pencuriannya dokumen (ijazah),” ujar Dio usai melakukan pelaporan, Senin (4/4/2022).

Dio menduga adanya kerja sama antar lawan politik untuk menjatuhkan kredibilitas kliennya selaku anggota DPRD Provinsi Jateng. Dirinya pun juga mempertanyakan darimana dua orang yang ia laporkan tersebut bisa mendapatkan ijazah cliennya.

“Darimana asal dia (dua orang terlapor) punya copyan ijazah milik klien kami sampai melebar kemana-mana. Kami berulang kali sudah mengatakan kepada klien kami bahwa ada titik point pada masalah ini. Apakah mereka dapat dari pernyataan rektorat?, apakah sudah menghubungi Universitas yang menyatakan palsu itu dari mana?,” ucapnya.

“Dengan adanya ini, klien kami merasa dirugikan lalu melaporkan satu pencurian kedua pencemaran nama baik,” tambahnya.

Disisi lain, Dio menegaskan akan mengusut tuntas terkait pelaporan yang ditujukan oleh kliennya. Hal itu dilakukan karena informasi yang dirinya terima laporan tersebut sebelumnya juga tak ditemukan adanya unsur pemalsuan ijazah di kode etik DPR.

“Saya kurang tau mereka itu siapa karena berulang kali mereka melaporkan di kode etik DPR tapi di partainya juga tidak ditemukan unsur ijazah palsunya. Dan sekarang mau apalagi. Dengan demikian saya mendapat informasi ada sokongan dari luar untuk menjatuhkan klien kami berapa mereka dibayar berapa mereka terima duit nanti pasti saya akan membongkar dan siapa yang terlibat pasti saya usut tuntas,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved