URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sedikitnya 1100 siswa siswi SD Muhammadiyah plus Salatiga mengibarkan bendera merah putih secara bersamaan, di tiang gantangan burung yang berada di arena milik P3SI Pengda Salatiga, yang berlokasi didepan sekolah tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ratusan Siswa Siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga Kibarkan Bendera Serentak

Ratusan Siswa Siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga Kibarkan Bendera Serentak

Ratusan Siswa Siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga Kibarkan Bendera Serentak

Sedikitnya 1100 siswa siswi SD Muhammadiyah plus Salatiga mengibarkan bendera merah putih secara bersamaan, di tiang gantangan burung yang berada di arena milik P3SI Pengda Salatiga, yang berlokasi didepan sekolah tersebut.

“Total terdapat 360 tiang atau 360 bendera kain. Para siswa bersama -sama menyanyikan lagu Indonesia Raya selama pengibaran” ungkap Kepala Sekolah Ainul Huri.

Saat pengibaran bendera berlangsung siswa lainnya berdiri sambil hormat bendera.

Satu bendera dikibarkan oleh dua siswa. Satu memegang bendera dan satu lainnya menarik tali.
“kegiatan ini untuk memanfaatkan lingkungan. Anak anak sudah dua tahun tidak upacara bendera. Ini memotivasi dan juga mencetak paskibra kecil,” tambah Ainul Huri, kepala sekolah SD Muhammadiyah plus setelah pengibaran.

Menurut Ainul, kegiatan ini sekaligus bentuk pembelajaran yang menyenangkan. Di kurikulum merdeka juga diupayakan untuk memakai media pembelajaran yang ada.

Bagi Meysa Kusnaeni Mustikaningrum salah satu peserta pengibaran bendera mengaku bangga dan senang bisa berpartisipasi diacara itu “saya senang dan bangga bisa ikut menjadi bagian pengibaran bendera” katanya.

– Kepala SD Muhammadiyah Salatiga saat diwawancarai Rasika
– Sandi dan aksi heroiknya saat tali bendera macet

Dilain pihak acara pengibaran 360 bendera sempat menarik perhatian warga sekitar, karena saat acara latihan tali penarik sempat macet, akhirnya tiang bendera langsung dipanjat oleh salah seorang siswa bernama Sandi.

“aksi ini saya lakukan spontan, karena saya melihat tari penarik bendera macet, saya langsung memanjat tiang setinggi 7 meteran itu” ungkap Sandi Siswa kelas 6 itu.

BACA JUGA :

Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Ikuti Popda Pelajar, Tim Sepak Bola Salatiga Tampil Meyakinkan, Pastikan Lolos 8 Besar
Warung Makan Podomoro milik Mbah Rukiyem di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga, Jawa Tengah, semakin ramai setelah dikunjungi Anang Hermansyah dan Ashanty. Konten kuliner pasangan selebritas itu membuat tumpang koyor legendaris yang dijual sejak 1969 tersebut diburu pembeli dari berbagai daerah hingga penjualan koyor meningkat dari 7 menjadi 22 kilogram per hari.
Usai Viral dikunjungi Anang-Ashanty Tumpang Koyor Legendaris Podomoro Salatiga Diburu Pembeli
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved