URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak mahasiswa untuk bergabung dalam forum kerukunan umat beragama (FKUB) muda. Tujuannya agar anak muda dapat berkontribusi dalam membangun kerukunan dan moderasi umat beragam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Ajak Mahasiswa Gabung FKUB Muda dan Jaga Budaya Bangsa

Ganjar Ajak Mahasiswa Gabung FKUB Muda dan Jaga Budaya Bangsa

Ganjar Ajak Mahasiswa Gabung FKUB Muda dan Jaga Budaya Bangsa

featured-img

Banyumas – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak mahasiswa untuk bergabung dalam forum kerukunan umat beragama (FKUB) muda. Tujuannya agar anak muda dapat berkontribusi dalam membangun kerukunan dan moderasi umat beragam.

Ganjar mengatakan, FKUB pertama lahir di Banyumas dan Rektor UIN Saifuddin Zuhri, Muhammad Roqib, merupakan salah satu tokohnya. Dari situlah kemudian FKUB ini mulai berkembang di banyak daerah dan menjadi contoh bagaimana menjaga kerukunan umat beragama di Jawa Tengah.

“Bahkan sekarang dimunculkan FKUB Muda, sehingga anak-anak muda pun sudah terbiasa untuk hidup rukun antar umat beragama,” kata Ganjar saat memberikan semangat kepada mahasiswa baru UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto, Senin (22/8/2022).

Menurut Ganjar, FKUB merupakan proses paling konkret secara institusional dan cukup strategis dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Sehingga kehidupan masyarakat benar-benar adem ayem. Maka dari itu ia mengajak para mahasiswa dan anak-anak muda untuk ikut bergabung dalam FKUB Muda.

“Nah kalau kemudian nanti yang muda-muda ini kita gerakkan ada mahasiswa, punya intelektual yang sangat tinggi, itu menurut saya akan bisa membantu mempercepat moderasi beragama, sehingga rukun lah mereka,” ungkap Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga memotivasi mahasiswa untuk lebih giat belajar, rajin berdoa, dan fokus pada masa depan. Menuntut ilmu merupakan investasi masa depan. Apalagi tantangan ke depan sangat besar sehingga membutuhkan individu yang memiliki pengetahuan, keahlian, dan kedisiplinan.

“Tapi ingat, belajar sungguh-sungguh, berdoa, jangan pacaran dulu, ini bagus. Kalau sesuai dengan acara tadi malam dengan BKKBN dengan Sri Sultan HB X dan Ibu Menteri Bintang Puspayoga, kita bicara bagaimana mencegah pernikahan dini. Ya ini kita sampaikan juga, agar kesadaran mereka muncul dan mereka menjadi anak-anak yang matang dan siap menghadapi tantangan menuju 2045 yang tidak mudah buat mereka,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Rektor UIN Saifuddin Zuhri, Muhammad Roqib, yang mengembangkan UIN dengan basis kebudayaan. Saat ini Rektor UIN Saifuddin Zuhri sedang mengembangkan budaya ngapak bahkan mendesain baju khusus sesuai daerahnya.

“Ini ternyata beliau kenakan baju adat yang itu pasti akan menarik. Jadi kalau yang mengembangkan basis kebudayaan dari UIN, tambah menarik lagi buat saya,” ungkap Ganjar.

Zulfa, salah seorang mahasiswa asal Purwokerto, siap menjawab ajakan Ganjar Pranowo untuk bergabung dengan FKUB Muda. Sebab itu juga sejalan dengan prodi kemasyarakatan yang ia ambil di Fakultas Dakwah UIN Saifuddin Zuhri.

“Kalau ada sudah pasti siap. FKUB muda gambaran saya itu pasti lingkupnya sudah kemasyarakatan ya sedangkan prodi saya juga kemasyarakatan jadi benar-benar memberikan relasi yang banyak banget. Apalagi itu sudah kayak toleransi dan ada ekonominya juga,” ujarnya.

Zulfa menambahkan, pesan dari Ganjar Pranowo untuk menuntut ilmu dengan benar merupakan motivasi bagi mahasiswa. Tentunya dalam merancang dan menghadapi masa depan yang lebih besar.

“Tadi Pak Ganjar juga berpesan harus menuntut ilmu yang benar karena tuntutan ke depan pasti akan lebih susah dari sekarang. Setiap tahap pendidikan pasti punya biaya dan harus diikhlaskan karena itu termasuk investasi masa depan,” ujar alumni SMK Ma’arif Purwokerto itu.

BACA JUGA :

Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga