URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keberadaan polisi tidur yang berada di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di dekat perbatasan Kota Semarang dan Ungaran Kabupaten Semarang dikeluhkan sejumlah pengendara. Pasalnya, menurut pengendara yang melintas polisi tidur tersebut terlalu tinggi dan tidak terlihat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Polisi Tidur di Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Dikeluhkan Sejumlah Pengendara, Sebabkan Kerusakan Velg dan Leher Roda

Polisi Tidur di Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Dikeluhkan Sejumlah Pengendara, Sebabkan Kerusakan Velg dan Leher Roda

Polisi Tidur di Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Dikeluhkan Sejumlah Pengendara, Sebabkan Kerusakan Velg dan Leher Roda

Polisi tidur yang terletak di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, dekat perbatasan Kota Semarang dengan Ungaran, Kabupaten Semarang dikeluhkan pengendara yang melintas. (Foto/ tangkapan layar video warga)
featured-img

UNGARAN – Keberadaan polisi tidur yang berada di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di dekat perbatasan Kota Semarang dan Ungaran Kabupaten Semarang dikeluhkan sejumlah pengendara. Pasalnya, menurut pengendara yang melintas polisi tidur tersebut terlalu tinggi dan tidak terlihat.

Pantauan pada Jumat (9/9/2022), sejumlah kendaraan terutama kendaraan besar seperti truk, tampak memperlambat lajunya ketika hendak melewati polisi tidur tersebut. Beberapa melintas dengan kecepatan yang cukup tinggi karena tidak melihat atau mengetahui keberadaan polisi tidur tersebut.

Seorang sopir truk tangki air minum, Aryanto mengaku mengalami kerusakan pada velg dan leher roda setelah setiap hari melewati polisi tidur itu.

“Awal-awalnya saya kaget, waktu lewat kok ada guncangan yang keras. Ternyata ada polisi tidur, ini kan jalur cepat. Apalagi wananya juga ‘nyaru’ sama aspal, nggak kelihatan,” ujarnya.

Ia berharap bahwa pihak berwenang dapat memasang rambu-rambu atau tanda peringatan sebelumnya untuk memelankan laju kendaraan. Ia juga menyarankan agar polisi tidur itu diberi warna yang mencolok. Tujuannya agar terlihat pengendara sehingga bisa memelankan laju kendaraannya.

“Saran ya, kalau mau kasih polisi tidur ya warna putih dan dikasih rambu-rambu sebelumnya, kira-kira jarak 200 meter,” ucapnya.

Keluhan yang sama juga dilontarkan oleh Andi, warga Kalongan, Ungaran Timur. Ia yang setiap hari mengendarai sepeda motor untuk bekerja mengaku hampir terjatuh saat melewati lokasi tersebut.

“Pernah hampir jatuh, karena ukurannya lumayan tinggi dan ramping. Kalau kena roda sepeda motor kan terasa sekali, apalagi yang lajunya cukup kencang karena nggak tahu,” katanya.

Sementara itu, pengemudi mobil Bowo Pribadi warga Pudakpayung, Kota Semarang mengatakan bahwa hal yang ia khawatirkan yakni kendaraan-kendaraan dari luar kota yang masih belum paham adanya polisi tidur tersebut.

“Karena pada ngebut-ngebut, kalau saya memperlambat laju mobil saya tapi yang di belakang saya masih pada ngebut-ngebut jadi seringnya pada kaget,” urainya. (win)

BACA JUGA :

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemerintah Kabupaten Semarang tidak lagi menjadikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai prioritas pemangkasan anggaran dalam penyusunan APBD 2027 setelah kemampuan keuangan daerah diperkirakan turun lebih dari Rp400 miliar. Permintaan itu disampaikan Senin (13/7/2026), sementara pemerintah menegaskan seluruh usulan pokir tetap harus memenuhi regulasi dan persyaratan administratif sebelum direalisasikan.
Pokir DPRD Kabupaten Semarang 2027 Terancam Dipangkas, Anggota Dewan Siap-Siap Gigit Jari
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

ASUS menghadirkan ExpertBook PM5 G2 PM5406 di Indonesia untuk mendukung profesional hybrid dan pelaku usaha kecil-menengah melalui performa AI hingga 50 NPU TOPS, layar 14 inci IPS atau OLED, serta keamanan enterprise. Laptop berbasis AMD Ryzen AI 7 445 ini menawarkan RAM hingga 64GB, dual SSD hingga 3TB, Wi-Fi 7, dan bodi ringan mulai 1,27 kilogram.
ASUS Luncurkan ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis AI untuk Profesional Hybrid
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting